Lem Super Milik Remis

(Berita Mingguan GITS 26Juli 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari www.creationmoments.com, 20 Nov. 2013: “Cobalah memakai lem super dalam situasi basah, dan anda akan temukan bahwa lemnya tidak begitu super. Bahkan epoxy sekalipun tidak bisa bekerja di dalam air. Para ilmuwan akhirnya memutuskan untuk belajar dari kerang remis yang “rendahan” untuk belajar membuat lem yang lebih baik untuk lingkungan yang basah. Remis memproduksi lem mereka di bawah air, tetapi lem itu bisa menahan tekanan seribu pon per inci kuadrat. Lem dari remis bahkan bisa menempel ke Teflon! Remis mulai membuat lem dalam dua bagian, setiap bagian dibuat oleh kelenjar yang berbeda. Satu kelenjar menghasilkan protein-protein yang mirip resin. Kelenjar yang satu lagi membuat bahan pengerasnya. Ketika keduanya dicampurkan, maka lem itu akan mengeras menjadi suatu benang hanya dalam dua menit. Sang remis akan membuat banyak benang-benang seperti ini sambil ia mengikat diri kepada sebuah batu. Sambil semakin banyak benang yang terbentuk, mereka mulai saling melilit satu sama lain, sehingga ikatan itu semakin kuat. Remis membuat antara lima hingga sepuluh benang protein yang berbeda, dan dengan hati-hati membatasi perlilitan mereka supaya menghasilkan kekuatan yang maksimal. Tanpa campuran ini, ikatan akan rapuh dan mudah hancur. Ciptaan Allah sungguh didesain secara ajaib. Desain-desainNya masih terus mengajari kita bagaimana melakukan hal-hal yang sederhana sekalipun, secara lebih baik. Teori evolusi bergantung kepada kejadian-kejadian acak, yang sekalipun kita percayai, tidak bisa mengajar kita apa-apa.”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *