Orang-Orang Kharismatik Mendoakan Paus Fransiskus

(Berita Mingguan GITS 9Agustus 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 1 Juni, lebih dari 60.000 Katolik kharismatik ikut serta dalam sebuah reli di Stadium Olympic Roma. Salah satu peristiwa yang menarik adalah doa khusus bagi Paus Fransiskus agar “dipenuhi oleh Roh.” Sambil dia berlutut di samping kursi kepausannya, kumpulan ramai itu menggumamkan doa-doa kharismatik, termasuk “bahasa lidah” yang semrawut dan berisi bunyi-bunyi sembarangan, dan ada yang “menyanyi dalam roh.” Banyak orang, termasuk uskup-uskup dan kardinal-kardinal, mengangkat tangan mereka kepada sang paus (“How Pope Francis Reacted,” Charisma, 11 Juni 2014). Untuk mengingatkan kita betapa sesatnya sifat pertemuan itu, sebuah patung berukuran riil dari Maria versi Katolik, yang digelari Ratu Sorga, didirikan di depan podium kepausan. Sang paus menghimbau khalayak kharismatik tersebut untuk menjalankan “ekumenisme rohani” demi menyembuhkan perpecahan di antara orang-orang Kristen. Dia juga mengundang para kharismatik tersebut ke St. Peter’s Square pada hari Pentakosta tahun 2017 nanti, untuk merayakan peringatan 50 tahun terjadinya “pembaharuan kharismatik” di Gereja Katolik. “Pembaharuan” tersebut mulai terjadi saat orang-orang Pantekosta dari Sidang Jemaat Allah menumpangkan tangan atas orang-orang Katolik pada tahun 1967. Paus Fransiskus mengatakan bahwa awalnya dia menentang “pembaharuan kharismatik” tersebut, tetapi sekarang dia antusias dan mengklaim bahwa dirinya sendiri ada “berbahasa lidah” (“Pope, at Charismatic Rally,” Catholic News Service, 2 Juni 2014). Tidak ada hal lain lagi yang mengusung dan mempercepat terjadinya “gereja esa-sedunia” seefektif gerakan kharismatik dan musik kontemporer mereka.

This entry was posted in Katolik, Kharismatik/Pantekosta. Bookmark the permalink.

2 Responses to Orang-Orang Kharismatik Mendoakan Paus Fransiskus

  1. Alce Kobitang says:

    Selamat sore Pak

    Saya baru saja berdiskusi dengan Abang saya mengenai pengajaran di Graphe yang Alkitabiah, dari diskusi tadi muncul pertanyaan saya, mengenai antara lain:

    1. Apakah Minyak Urapana masih dipakai oleh orang2 percaya pada zaman sekarang, untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit?
    dan apakah ada sangkut pautnya dengan 5 Gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana, karena 5 gadis bod0h tidak membawa minyak maka mereka tidak masuk dalam perjamuan kawin (Matius 25: 10). karena minyak menadakan/melambgkan Roh kudus, apakah demikian pak pengertian dari minyak urapan?

    2. Mohon dijelaskan Markus 16 : 18
    apakah Markus 16: 18 ini ada hubungannya dengan kuasa yang sudah diberikan Tuhan kepada orang yang percaya untuk mengusir setan dan untuk melakukan kesembuhan, seperti yang banyak diadakan di gereja2 karismatik?
    apakah benar, kita sebagai orang percaya masih mengusir setan?

    3. Apakah kita dalam bernyanyi memuji Tuhan di gereja tidak boleh bertepuktangan?
    bagaimana tanggapan bapak mengenai Mazmur 47: 1
    apakah memuji Tuhan sambil bertepuktangan ada hubungannya dengan 1 Tawirikh 13: 8, 1 tawarikh 15: 29. karena Abang saya berasumsikan bahwa Raja Daud saja menari2 dan melompat untuk memuji Tuhan, kenapa kita tidak

    Itu saja yang ingin saya tanyakan dan ingin sata tahu kebenarannya
    saya mengucapkan terima kasih banyak untuk bantuan bapak dalam penjelasannya.

    Tuhan Yesus Memberkati

    Maranata

  2. Dr. Steven says:

    Sdr. Alce,

    1. Minyak urapan tidak pernah dipakai untuk menyembuhkan penyakit. Yang disebut di Yakobus 5:14 tentang mengolesi minyak tidak mengacu kepada minyak urapan, tetapi minyak obat, padanan ke kita hari ini adalah balsam. Minyak memang adalah salah satu lambang dari Roh Kudus, dan setiap orang yang sudah lahir baru, yaitu percaya kepada Yesus Kristus, sudah menerima Roh Kudus (Ef. 1:13), dan oleh karena ini telah diurapi (2 Kor. 1:21-22). Minyak juga bisa melambangkan hal-hal lain. Dalam perumpamaan 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana, minyak melambangkan kebenaran yang harus dibeli (Ams. 23:23).

    2. Dalam Markus 16:18, janji Tuhan ini bukan untuk semua orang Kristen di segala zaman, tetapi terbatas di zaman Rasul-Rasul dan terutama untuk para Rasul. Banyak orang kharismatik mau mengusir Setan dan menyembuhkan, tetapi tidak mau yang bagian minum racun atau terpagut ular.

    3. Boleh bertepuk tangan, tetapi tepukan tangan yang sesuai dengan ketukan birama yang pas. Masalahnya bukan pada tepukan tangan, tetapi pada jenis musik yang banyak dipakai oleh mereka yang bertepuk tangan, yaitu jenis musik rock and roll, atau pop. Jenis musik ini tidak cocok untuk memuji Tuhan, karena terselip di dalamnya pesan pemberontakan dan percabulan.

    Salam maranatha,

    2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *