Google Mengembangkan “Algoritma Penentu Kebenaran”

(Berita Mingguan GITS 25 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “The ‘all-knowing’ Google now the discerner of truth?” OneNewsNow.com, 27 Mar. 2015: “Dengan milyaran orang bergantung kepada mesin pencari Google untuk mendapatkan hampir setiap informasi di bawah matahari , Google sedang berusaha untuk meningkatkan lagi layanannya satu langkah, dengan ‘algoritma penentu kebenaran’nya yang baru, yang akan memberi halaman-halaman web ranking sesuai dengan apa yang mereka anggap benar. Banyak orang khawatir dengan usaha terbaru dari perusahaan informasi Internet raksasa ini, terutama dengan kecenderungan liberal mereka yang mereka pertunjukkan selama banyak tahun. …Perubahan signifikan yang Google lakukan terhadap proyek ‘PageRank’nya dimaksudkan untuk membuatnya menjadi penentu kebenaran akhir di seluruh dunia. Ini dilaporkan berubah dari sistem saat ini yang me-rangking semua halaman web berdasarkan hasil pencarian, yang didapatkan dari jumlah website lain yang terhubung ke halaman tertentu. ‘Google telah mendapatkan suatu algoritma baru penentu-kebenaran yang didasarkan pada Knowledge Vault Google. …’Dengan mengecek halaman-halaman ini terhadap database tersebut, dan dengan referensi silang kepada fakta-fakta yang berhubungan, tim riset percaya algoritma ini bisa memberikan kepada setiap halaman suatu nilai kebenaran. Halaman-halaman dengan proporsi tinggi pernyataan yang salah akan diturunkan rangkingnya dalam hasil search.’ …’Ini berpotensi sangat berbahaya,’ kata wakil presiden dari Media Research Center Bisni dan Budaya, Dan Gainor, kepada LifeSiteNews. ‘Saya tahu saat ini bahwa Google baru mempelajari ide ini, tetapi kuasa Google untuk mempengaruhi hasil pencarian dan menentukan apa yang mereka anggap kebenaran absolut, ini mirip dengan di buku 1984.’ …’Dari awalnya, Google memiliki sejarah mendukung pendefinisian ulang pernikahan dan pelunturan keluarga yang tradisional,’ papar LifeSiteNews. ‘Raksasa teknologi ini juga menentang UU Defense of Marriage pada tahun 2011, dan tahun selanjutnya, meluncurkan kampanye internasional untuk menyebarkan agenda homoseksual di negara-negara yang mereka anggap ‘homofobik,’ termasuk Polandia dan Singapura.’ Kebenaran Google pastilah akan diarahkan ke filosofi politik mereka sendiri, sebagaimana telah diperlihatkan perusahaan raksasa tekonologi berbasis di California tersebut bukanlah pengamat netral dalam berbagai isu panas di generasi kita ini.

This entry was posted in General (Umum), Teknologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *