Kristus Versi CCM yang Suka Pesta Rock & Roll

(Berita Mingguan GITS 4 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Kebanyakan artis-artis CCM (Contemporary Christian Music) menyembah Kristus versi pesta rock & roll. Eternal Jam Machine, yang bekerja sama dengan Crystal Nicole dalam album “I’m All Yours” yang baru saja dirilis, dibangun atas dasar konsep bahwa sorga nanti akan menjadi suatu pesta rock yang tak habis-habisnya. Lagu pertama mereka, “Dancing in Heaven,” diiklankan sebagai beriut: “Allah dengan ini mengundang anda ke pesta penyambutan tersebut yang pernah ada di dunia, dengan Yesus sebagai DJ di sorga. …Belum pernah ada mata yang melihat atau telinga yang mendengar pesta seperti ini sebelumnya.” Yesus versi tukang pesta ini tidak sama dengan Yesus yang kita jumpai dalam Kitab Suci. Yesus memang adalah teman orang-orang berdosa. Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang, tetapi Yesus tidaklah cool duniawi dalam pengertian apapun. Murid-murid Yesus bukanlah orang-orang pesta rock. Tidak ada bukti bahwa teman-teman dekat Yesus, Maria, Marta,dan Lazarus, adalah orang-orang pesta rock. Ketika mereka bersama dengan Yesus, bukanlah saatnya berpesta, tetapi saatnya pemuridan (Luk. 10:39). Yesus yang kita lihat dalam Kitab Suci memperingatkan semua orang untuk bertobat dan “tidak berdosa lagi” dan menghabiskan banyak waktu menggambarkan kengerian neraka dan memperingatkan manusia dengan bahasa yang setajam mungkin agar tidak masuk ke sana, dan tentu peringatan seperti ini akan mengacaukan suasana pesta duniawi manapun (Luk. 13:5; Mar. 9:43-48)! Rob William dari Eternal Jam Machine menggambarkan filosofi mereka sebagai berikut: “Hanya karena engkau seorang Kristen bukan berarti hidupnya harus membosankan seolah-olah segala sesuatu yang cool mengenai dirimu harus dikekang atau disangkali. Sebenarnya, hidupnya seharusnya kebalikan dari membosankan. Allah memiliki keinginan agar anak-anakNya tahu bahwa mereka diciptakan menurut gambarNYA, yang berarti kamu itu COOL. Allah menciptakan cool, dan Dia memberikan masing-masing kita karunia untuk dipakai dan bukan untuk disimpan bagi kita sendiri. Cool-nya Allah tidak terbatas, dan kita sebagai anak-anakNya dapat mewarisi karakter Allah. Dia ingin kita bersenang-senang dan merayakan hidup dalam hubungan dengan DIA, Pencipta kita (“Vision behind Eternal Jam Machine,” eternaljammachine.com). Kita tidak melihat hal ini dalam Perjanjian Baru, tidak dalam hidup Kristus dalam Injil, tidak dalam Kisah Para Rasul, tidak dalam Surat-Surat. Memang, hidup dalam Kristus sama sekali tidak membosankan, tetapi juga bukan berarti “cool,” yang sebenarnya adalah konsep dari budaya pop dunia. Yesus tidak pernah mengadakan pesta dansa untuk para murid. Para murid tidak merayakan kebangkitan Yesus dengan pesta dansa. Mereka tidak berpesta dansa di ruang atas sambil menunggu datangnya Roh Kudus. Mereka tidak merayakan Pentakosta dengan pesta dansa. Yang kita lihat dalam Kitab Suci adalah panggilan untuk hidup sebagai musafir di dunia yang jatuh, yang penuh dengan marabahaya rohani dan moal, untuk memisahkan diri dari hal-hal jahat dunia ini (1 Yoh. 2:15-17), untuk tidak menjadi sahabat dunia yang disebut sebagai perzinahan rohani (Yak. 4:4), untuk menjaga diri dari semua kejahatan (1 Tes. 5:22), untuk tidak bersekutu dengan perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak menghasilkan apa-apa (Ef. 5:11), untuk hidup dengan penuh penyangkalan diri (Mat. 16:24), dll. Pada inti pertarungan mengenai musik dalam gereja-gereja adalah sifat karakter Allah sendiri.

This entry was posted in musik. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kristus Versi CCM yang Suka Pesta Rock & Roll

  1. johanes wattimena says:

    pak steven kalimat ini apa tidak salah Pak “untuk tidak menjaga diri dari semua kejahatan” apakah seharusnya ” untuk menjaga diri dari semua kejahatan”
    makasih

  2. Dr. Steven says:

    Ya, sudah diperbaiki, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *