Berbagai Universitas Mengatakan Bumi Memasuki Suatu Periode Kepunahan yang Baru

(Berita Mingguan GITS 27 Juni 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Para profesor di beberapa universitas AS sedang memperingatkan bahwa bumi sedang memasuki suatu masa kepunahan yang baru. Mereka mengatakan bahwa berbagai makhluk sedang punah dengan laju yang mengkhawatirkan. Gerardo Ceballos, penulis utama dari sebuah studi yang dilakukan Stanford, Princeton, dan Berkeley, mengatakan, “Kita sekarang sedang memasuki peristiwa kepunahan massal keenam. Jika ini dibiarkan berlanjuta, kehidupan akan memerlukan jutaan tahun untuk pulih kembali dan spesies kita sendiri kemungkinan akan lenyap lebih cepat” (“Earth ‘entering new extinction phrase,’” BBC News, 20 Juni 2015).

Para ilmuwan menyerukan tindakan “konservasi yang intensif,” tetapi hal seperti ini sangat konyol dari berbagai segi. Pertama, jika kehidupan adalah produk dari evolusi buta, maka ia tidak memiliki arti ataupun tujuan. Manusia tidak memiliki lebih banyak nilai dan arti daripada keong, jadi untuk apa harus dipelihara. Kedua, peristiwa-peristiwa kepunahan yang ditenggarai terjadi sebelumnya, tidak terjadi karena manusia, sebab manusia belum ada menurut skala waktu evolusi, jadi tidak bisa dicegah. Jika evolusi benar, ada peristiwa yang akan menghancurkan dunia, apakah itu pemanasan, pendinginan, kekeringan atau banjir. Ketiga, manusia telah memperlihatkan bahwa ia tidak dapat menyelesaikan masalah-masalah besar dunia, seperti perang, kejahatan, kemiskinan, penyakit, dan kematian. Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, apalagi bumi. (Yang disebut-sebut tiga Kepunahan Massal pertama – Ordovician-Sirurian, Late Devonian, Permian – kemungkinan terjadi sekaligus pada saat banjir global Nuh. Ketika sistem penanggalan evolusi yang palsu ditolak dan disadari sebagai “ilmu pengetahuan” yang kacau, maka berbagai “kepunahan massal” ini, yang terlihat dari banyak kumpulan fossil, adalah bukti yang kuat akan Air Bah sebagaimana dalam Alkitab.)

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *