Kota-Kota Pintar Akan “Melacak Segala Sesuatu”

(Berita Mingguan GITS 13 Juni 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Hudson Yards di sebelah barat Manhattan akan menjadi komunitas pintar Amerika pertama yang secara penuh terintegrasi. Saat ini sedang dalam Pengembangan tahap 1, proyek seluar 17 juta kaki persegi itu “akan melacak data kualitas udara, ramai tidaknya pejalan kaki, produksi dan konsumsi energi, dan tingkat kesehatan maupun aktivitas dari para pekerja dan residen” (“In New York City and Chicago, the smart city is here,” Business Insider, 3 Juni 2015). Komunitas tersebut dijadwalkan akan selesai pada pertengahan tahun 2020an. Sementara, di Chicago, proyek Array of Things (AoT) “telah ‘membuat pintar’ kota tersebut dengan menaruh sensor-sensor di mana-mana.” Di Songdo, Korea Utara, “sensor-sensor melacak kondisi jalan, air, limbah, dan listrik, dan bangunan-bangunan semuanya memiliki akses yang terkomputerisasi dan pengaturan iklim otomatis.” Dan kota Lavasa, di India, menjanjikan “sistem penghitungan meter yang pintar, parkir yang efisien, dan manajemen lalu lintas, pengalaman belanja yang tanpa tunai, dan sistem transportasi yang disokong teknologi.” Pergerakan yang terus menerus ke arah globalisasi dan integrasi elektronik adalah salah satu tanda besar akhir zaman. Nubuat Alkitab menggambarkan kerajaan antikristus sebagai kerajaan yang mampu mengendalikan keuangan global sampai ke level tiap individu dan dapat menonton peristiwa di Timur Tengah dari seluruh dunia (Wahyu 11:9; 13:16-17). “Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan(Wahyu 11:9).

This entry was posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Teknologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *