Tony Campolo dan Mantan Editor Christianity Today Menyatakan Diri Mendukung Kristen Homoseksual

(Berita Mingguan GITS 27 Juni 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Semakin banyak “injili” yang baru-baru ini menyatakan mendukung kesesatan berupa kekristenan homoseksual. Guru dan penulis terkenal, Tony Campolo, mengeluarkan pernyataan bahwa “Saya akhirnya siap untuk menyerukan penerimaan penuh terhadap pasangan Kristen yang gay ke dalam Gereja.” Walaupun hal ini dibungkus sebagai suatu perubahan posisi yang besar, Campolo sebenarnya sejak awal sangat plin-plan mengenai isu homoseksualitas, dan sebagai seorang pemimpin gerakan emerging church yang baik, dia sangat fasih dalam ilmu menyenangkan dua pihak sekaligus. Bertahun-tahun dia menyatakan bahwa homoseksualitas adalah suatu kondisi sejak lahir dan bukanlah masalah “kehendak.”

Ketika saya mewawancara Campolo pada tahun 2008 di New Baptist Covenant Celebration di Atlanta, dia sedang memakai syal berwarna pelangi untuk mendukung hak-hak homoseksual. Istri Campolo, Peggy, adalah pemimpin nasional dari Association of Welcoming and Affirming Baptists (AWAB), yang mendorong gereja-gereja Baptis untuk menerima kaum homoseksual ke dalam hak keanggotaan jemaat penuh. Pada acara New Baptist Covenant Celebration itu, saya mewawancara seorang anggota dewan AWAB bernama Kathy Stayton yang mengatakan bahwa dia menolak tiga pasal pertama kitab Kejadian sebagai sejarah yang benar-benar terjadi, tidak percaya bahwa pernikahan adalah institusi yang diciptakan oleh Tuhan atau bahwa tindakan homoseksual, sekalipun yang dilakukan di luar “hubungan yang berkomitmen” adalah dosa. Butik AWAB menyebarkan sebuah artikel yang ditulis oleh Peggy Campolo berjudul “Beberapa Jawaban terhadap Pertanyaan-Pertanyaan Paling Lazim mengenai Anak-Anak Allah yang GLBT [gay, lesbian, biseksual, transgender].”

Setuju dengan pernyataan Campolo tentang homoseksualitas adalah David Neff, mantan editor Christianity Today yang sudah pensiun. Dia mengatakan dalam Facebook, “Tuhan memberkati Tony Campolo. Dia bertindak dengan iman yang baik, dan saya pikir, berada dalam alur yang benar.” Neff memberitahu Christianity Today: “Saya pikir hal etis dan bertanggung jawab yang patut dilakukan oleh orang-orang Kristen gay dan lesbian adalah membentuk kemitraan yang bertahan lama dan didasarkan janji. Saya juga percaya bahwa gereja harus membantu mereka dalam kemitraan mereka itu sama seperti gereja harus memperkuat pernikahan tradisional” (“Does Campolo Announcement Signal Move,” Christian Newswire, 12 Juni 2015).

Senior editor Christianity Today yang sedang menjabat, Mark Galli, dengan cepat mempertegas posisi resmi majalah itu bahwa mereka menentang “pernikahan” sama jenis, walaupun sebagaimana dapat diduga dari seorang Injili, Galli juga menyatakan bahwa mereka tidak akan menghakimi atau menjauhkan diri dari orang-orang yang berbeda pendapat. Posisi Neff tidak mungkin dapat direkonsiliasikan dengan dua pengajaran Kitab Suci yang terang. Pertama, semua tindakan seksual di luar pernikahan kudus adalah berdosa, dan berada di bawah penghakiman Allah (Ibrani 13:4). Kedua, pernikahan kudus terbatas kepada suatu perjanjian antara seorang laki-laki dan seorang perempuan (Kejadian 2:18-24). Ini ditegaskan ulang oleh Tuhan Yesus dalam Matius 19:4-6. “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah” (Ibr. 13:4). Masalah homoseksualitas menyingkapkan kesesatan sejumlah besar “Injili.”

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age, New Evangelical (Injili). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *