Pemimpin India Mempromosikan Yoga

(Berita Mingguan GITS 4 Juli 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Perdana Menteri India, Narendra Modi, memimpin sebuah sesi yoga massal di New Delhi pada Hari Yoga Internasional, 21 Juni, hari yang telah ia seru-serukan sejak ia naik jabatan tahun lalu. Dia duduk di depan puluhan ribu warga India lainnya dalam posisi yoga sambil menggumamkan “Om.” Yoga adalah salah satu ekspor India yang paling sukses, ditenggarai menjadi bisnis 27 milyar dollar di Amerika. Dalam pidatonya sebelum itu, Modi mengatakan, “Program ini hanyalah mengenai kebaikan manusia, mengenai membebaskan alam semesta dari stres dan mengenai menyebarkan pesan kasih, damai, persatuan, dan kebaikan” (“Yoga Day,” ReligionNews.com, 22 Juni 2015). Jika itu semua benar, India mestinya sangat berbeda. Sebab tanah kelahiran yoga sama sekali bertolak belakang dari kasih, damai, persatuan, dan kebaikan! Mengenai kasih dan damai dan persatuan, perhatikan bagaimana teman-teman Hindu Modi dalam organisasi Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) memperlakukan orang Kristen dan Muslim dalam pembantaian berdarah! Yoga adalah konsep Hindu menyelaraskan diri dengan keilahian diri sendiri; dan ketika diuji dengan Alkitab, ini adalah praktek rohani yang berbahaya, yang dapat menghubungkan individu dengan roh-roh jahat yang menyamar menjadi malaikat-malaikat terang. Sebelum saya diselamatkan pada tahun 1973, saya adalah anggota dari Self-Realization Fellowship Society, sebuah organisasi Hindu yang berbasis di Los Angeles, dan saya mempraktekkan meditasi. Saya juga mempraktekkan teknik-teknik hipnotik yang katanya dapat membawa seseorang kembali kepada kehidupan yang lampau. Kami setuju dengan Laurette Willis, yang mempraktekkan yoga selama 22 tahun sebelum dia menemukan kebenaran dalam Yesus Kristus. Dia memberitahu Religious News Service bahwa yoga membuat dia rentan terhadap pengaruh-pengaruh psikis yang dia percaya memiliki sumber dari roh-roh jahat. Dia mengatakan, “Yoga memimpin saya kepada jalan berbunga yang palsu. Ia membuka pintu kepada 20 tahun keterlibatan dalam gerakan New Age.”

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *