Kelompok Ekumenis Memberkati Klinik Aborsi

(Berita Mingguan GITS 17 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu lalu, 15 orang “hamba Tuhan” Protestan dan rabbi Yahudi yang berpikiran salah, berkumpul di Cleveland, Ohio, dan memberkati klinik aborsi Preterm. “Yang sangat Rev.” Tracey Lind, Dekan dari Trinity Episcopal Cathedral, menyampaikan doa berikut: “Berkatilah bangunan ini. Kiranya tembok-temboknya berdiri kokoh melawan usaha-usaha untuk mempermalukannya. Kiranya ia menjadi terang pengharapan bagi orang-orang yang memerlukan jasa-jasanya” (“Clergy Bless Preterm Clinic,” Ohio Religious Coalition for Reproductive Choice, RCRC, 8 Okt. 2015). Doa ini ditujukan kepada Allah yang tidak menghakimi yang OK dengan pembunuhan anak-anak yang belum lahir dan hanya peduli kepada perasaan wanita. “Rev.” Laura Young, seorang “hamba Tuhan” United Methodist yang menggambarkan dirinya sendiri sebagai seorang “pemikir theologi yang progresif dan seorang feminis,” mengatakan, “Hati saya hancur mengetahui bahwa para wanita duduk di bangku-bangku gereja di seluruh negeri ini dengan perasaan malu, percaya bahwa mereka dikutuk karena membuat keputusan ini. Ini pertanyaan yang sering saya dapatkan lewat telpon. ‘Apakah saya akan masuk neraka?’ Ketika Allah padahal mendukung para wanita melalui semua ini” (“Clergy Bless Preterm Clinic,” RCRC). Colombus Dispatch menambahkan komentar berikut oleh Young: “Sebagai umat beriman, kita tahu bahwa kasih Allah itu konstan ketika seorang wanita sedang memutuskan untuk melakukan aborsi. Kasih Allah ada bersama dia sepanjang waktu itu” (“Clergy group blesses Cleveland abortion clinic,” Columbus Dispatch, 8 Okt. 2015).

Kasih Allah tidak terselami dan nyata melalui pengorbanan penebusan Anak Allah di Kalvari, tetapi Allah yang kudus, kudus, kudus, menuntut pertobatan dari dosa, dan Dia tidak menganggap enteng pembunuhan anak-anak. Ada dua pihak yang terlibat dalam tindakan aborsi, sang ibu dan sang anak. Jika tidak ada anak, maka tidak akan ada “ibu.” Angkatan yang narsistik ini hanya memikirkan satu pihak saja, yaitu diri sendiri, dan ini adalah salah satu tanda zaman. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama(2 Tim. 3:1-2).

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *