Norwegia Terpesona dengan Hantu

(Berita Mingguan GITS 31 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah artikel di New York Times baru-baru ini mendokumentasikan keterpesonaan Norwegia dengan masalah hantu. “Sementara gereja-gereja di sini kosong dan kepercayaan kepada Allah, menurut jajak pendapat, terus menurun, kepercayaan, atau minimal keterpesonaan dengan, hantu dan roh-roh justru meningkat. Bahkan dalam keluarga kerajaan Norwegia, yang diharuskan oleh hukum untuk ikut dalam Evangelical Lutheran Church, telah bermain-main dengan hantu. Seorang putri kerajaan pernah memberikan tips-tips mengenai bagaimana caranya mengontak roh-roh” (“Norway Has a New Passion: Ghost Hunting,” New York Times, 24 Okt. 2015). Ini hanyalah laporan-laporan terbaru yang telah mendokumentasikan kecintaan terhadap hal-hal okultik yang semakin meningkat di Eropa. “Seni membaca telapak tangan, bola kristal, dan astrologi, tidak pernah sepopuler sekarang ini” (“Europe’s Love of the Occult,” New York Times, 15 Agus. 2007). Kebanyakan negara Eropa berbalik dari kekafiran penyembahan berhala kepada Roma Katolik di milenium pertama. Banyak di antara mereka berpaling kepada Protestanisme di milenium kedua; sekarang mereka kembali lagi kepada kekafiran. Ilmu pengetahuan yang atheistik membuat manusia merasa kosong, dan banyak pertanyaan-pertanyaan dasar kehidupan yang tidak terjawab. “Ilmu pengetahuan” tidak dapat menjawab hal-hal dasar kehidupan, seperti dari mana asal manusia, mengapa ia begitu berbeda dari binatang, apa tujuan manusia, bagaimana manusia harus hidup, apakah ada Allah, dan jika ada seperti apa Dia, dan apa yang yang akan terjadi setelah kematian?

This entry was posted in Okultisme. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *