Orang Yahudi Perancis Menjumpai Resiko Baru di Israel

(Berita Mingguan GITS 24 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Engkau akan menjadi kedahsyatan, kiasan dan sindiran di antara segala bangsa, ke mana TUHAN akan menyingkirkan engkau” (Ul. 28:37). Artikel utama dalam koran USA Today pada tanggal 20 Okt. 2015, dengan judul “Orang-orang Yahudi Perancis Menjumpai Resiko Baru di Israel,” menggambarkan berbagai bahaya yang dihadapi oleh orang Yahudi di seluruh dunia, termasuk di Israel sendiri. Perancis, negara Eropa dengan populasi Yahudi terbesar, telah menjadi sumber emigrasi terbesar ke Israel, and ini didorong oleh anti-Semitisme yang semakin meningkat di Eropa. Sejak Januari 2015, 6000 orang Yahudi Perancis telah beremigrasi, hampir dua kali lipat angka di tahun 2013. Dalam 65 tahun terakhir, orang Yahudi telah pulang dari berbagai lokasi di seluruh dunia. Kebanyakan merekat idak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi ini adalah penggenapan nubuat. Orang-orang percaya Alkitab yang menafsirkan nubuat secara literal adalah satu-satunya umat di dunia ini yang tahu tentang zaman dan waktu, dan menurut nubuat Alkitab, Israel masih di bawah penghakiman Allah sebagaimana dinubuatkan dalam Ulangan 28. Allah memperingatkan bahwa jika Israel menolak Dia dan hukumNya, Dia akan mengusir mereka dari tanah mereka dan menceraiberaikan mereka di seluruh bumi. Kita telah menyaksikan penggenapan nubuat ini selama 2000 tahun terakhir. Salah satu fakta sejarah manusia yang paling mengesankan adalah bertahannya eksistensi Israel sebagai suatu bangsa dan suatu negara, dan ini adalah bukti yang tidak terbantahkan akan pengilhaman ilahi atas Alkitab. Alkitab menggambarkan kembalinya Israel ke tanahnya dalam kondisi yang masih mati rohani (Yehezkiel 37:1-8), kerajaan antikristus (2 Tes. 2:3-12; Wah. 13), Kesusahan Besar (Mat. 24:15-21), pertobatan rohani Israel (Zak. 12:9-14; Yeh. 20:36-38), dan kembalinya Yesus Kristus sebagai pemenang untuk mendirikan kerajaanNya (Mat. 24:29-31). Pada saat ini, kita pada bagian akhir dari masa Gereja, dan Kristus belum kembali karena Dia “menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Pet. 3:8-9). Kita tidak tahu persis kapan Dia akan menanti, tetapi kita bisa melihat “hari Tuhan yang mendekat” (Ibr. 20:15). Jadi, fokus utama semua anak Allah seharusnya adalah menemukan perannya dalam bisnis pemberitaan Injil dan pemuridan sebagaimana tertuang dalam Amanat Agung.

This entry was posted in Akhir Zaman / Nubuatan. Bookmark the permalink.

5 Responses to Orang Yahudi Perancis Menjumpai Resiko Baru di Israel

  1. Lukas says:

    Apa pendapat bapak mengenai orang2 tertentu yang menganggap Holocaust itu hoax, dan digunakan sebagai propaganda agar Yahudi dapat menguasai dunia (Rockefeller, Rotschild, dll)

  2. Dr. Steven says:

    Teori holocaust hoax itu dihembuskan oleh pihak Islam yang tidak suka dengan Yahudi. Terlalu banyak bukti sejarah, mulai dari foto, hingga saksi mata, hingga monumen dan museum, yang membuktikan holocaust itu benar terjadi.

  3. Lukas says:

    Sayangnya banyak juga saudara seiman kita berpikir demikian. Atau ada juga yang menyatakan bahwa holocaust itu digunakan untuk menghilangkan lawan2 sesama Yahudi yg tidak setuju pendirian negara Israel.

    Meskipun jika Illuminati, Komite 300, dll itu benar ada dan banyak anggotanya elit Yahudi, bukan berarti antisemitisme itu dibenarkan, setuju?

  4. denis says:

    Holocaust itu seperti mengulangi kembali pembantaian waktu orang orang Yahudi ada di jamannya raja Ahasyweros yang dipelopori Haman

  5. Kayla says:

    Manusia adalah serigala bagi manusia lain itulah faktanya! Setiap manusia memiliki unsur jahat dalam diri mereka karena manusia dikandung dari benih dosa. Jangankan bangsa, kakak beradik saja saling membunuh bukankah demikian dalam kitab kejadian. Tidak mengherankan jika manusia berkumpul untuk tujuan jahat dan saling menghancurkan. Tuhan sebelumnya juga kecewa dengan manusia karena selalu cenderung kearah jahat meskipun itu saudaranya sendiri. Israel adalah mempelai Kristus yang tidak mengenal pengantinnya dan sering di hajar sebagai didikan tetapi sekali kali Allah mereka tidak meninggalkan mereka. Karena itu jikalau ada yang ingin menghancurkan mereka Allah sajalah yang menjadi tiang awan dan tiang api bagi mereka. Jadi tidak perlu khawatir soal mereka karena Tuhan Allah mereka senantiasa ada di dekat mereka selalu untuk selamanya. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *