Para Pekerja Kristen di Siria Diperkosa, Disalibkan, Dipenggal

(Berita Mingguan GITS 17 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Christian Workers,” Christian Aid, 1 Okt. 2015: “Pada beberapa langkah dalam perjalanan mereka menuju kematian melalui pemenggalan dan penyaliban bulan lalu, 11 pekerja pribumi Kristen dekat Aleppo, Siria, diberikan pilihan untuk meninggalkan daerah tersebut dan tetap hidup. …Para misionari pribumi tersebut tidak diharuskan untuk tinggal pada basis pelayanan mereka di sebuah desa dekat Aleppo, Siria; sebaliknya, direktur pelayanan yang mendidik mereka telah meminta agar mereka pergi. Sementara Islamic State (ISIS), kelompok-kelompok pemberontak lainnya, dan pemerintah Siria mengubah Aleppo menjadi suatu zona perang penuh kehancuran, ISIS mengambil alih beberapa desa sekitar. Para pekerja Siria yang melayani di desa-desa tersebut memilih untuk tinggal agar dapat memberikan pertolongan dalam nama Kristus kepada orang-orang sekitar.

Keluarga mereka mengatakan bahwa para militan ISIS pada tanggal 7 Agustus menangkap para pekerja Kristen di sebuah desa yang namanya tidak disebutkan untuk alasan keamanan. Pada tanggal 28 Agustus, para militan bertanya apakah mereka telah meninggalkan Islam demi kekristenan. Ketika orang-orang Kristen itu menjawab bahwa mereka telah melakukan hal tersebut, para pemberontak ini bertanya apakah mereka mau kembali ke Islam. Orang-orang Kristen itu menjawab bahwa mereka tidak akan pernah meninggalkan Kristus. Pemimpin kelompok itu, 41 tahun, dengan putranya yang muda dan dua orang tim pengerja lainnya yang berumur 20an, diinterogasi di salah satu desa tempat ISIS telah mengumpulkan massa. Pemimpin kelompok itu bertanggung jawab atas sembilan gereja rumah yang dia bantu dirikan. Putranya dalam dua bulan akan berulang tahun ketiga belas. Di hadapan pemimpin tim itu dan keluarganya di kerumunan orang, para ekstrimis Islam itu memotong ujung jari dari putranya dan memukulinya dengan keras. Mereka memberitahu ayahnya bahwa mereka akan menghentikan penyiksaan ini hanya jika ia, sang ayah, kembali ke Islam. Ketika sang pemimpin tim menolak, kata para sanak saudara, militan ISIS juga menyiksa dan memukuli dia dan kedua pengerja lainnya. Ketiga orang bersama dengan putra itu mati disalibkan.

Delapan anggota pengerja lainnya, termasuk dua wanita, dibawa ke tempat lain di desa itu pada hari itu (28 Agus.) dan ditanyakan pertanyaan yang sama di hadapan kerumunan. Para wanita, berumur 29 dan 33 tahun, mencoba memberitahu para militan ISIS bahwa mereka hanya membagikan damai dan kasih Kristus dan bertanya apa yang telah mereka lakukan sehingga dianiaya sedemikian. Para ekstrimis Islam lalu di hadapan umum memperkosa para wanita itu, yang terus berdoa selama semua hal itu terjadi, sehingga para militan ISIS kesal dan memukuli mereka lebih lagi. Sambil kedua wanita dan keenam lelaki itu berlutut sebelum dipenggal, mereka semua berdoa.”

This entry was posted in Islam, Penganiayaan / Persecution. Bookmark the permalink.

2 Responses to Para Pekerja Kristen di Siria Diperkosa, Disalibkan, Dipenggal

  1. kerambit73® says:

    gk usah jauh² ingat pembantaian salibis kristen di poso umat muslim dibunuh dan wanita mereka diperkosa, mana ajaran kasihnya ??
    bohong..!!”

  2. soldier says:

    kelak kau harus membayar ucapanmu dan perbuatanmu dihadapan Tuhan, manfaatkanlah waktu selagi ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *