Tim Keller: Mendefinisikan Ulang Dosa dan Membenarkan Kecintaan Terhadap Budaya Pop

(Berita Mingguan GITS 31 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Redefining Sin” oleh E.S. Williams: “Dalam bukunya Every Good Endeavour (2012), Tim Keller, pendiri dari The Gospel Coalition dan seorang New Calvinist yang prominen, menyatakan kekecewaannya bahwa orang-orang Kristen tidak lebih banyak terlibat dengan budaya populer [Editor: maksudnya film-film, musik, entertainment duniawi]. Dia menulis: “Reaksi orang Kristen terhadap budaya populer dalam delapan puluh tahun terakhir selalu adalah sikap menjauhi atau tidak mau terlibat. …Mengapa tidak mau terlibat dengan budaya kita? Satu alasan adalah suatu pandangan tentang dosa yang ‘tipis’ atau legalistik, yaitu dosa dilihat sebagai suatu rangkaian tindakan tidak taat pada aturan-aturan Allah. Jadi orang Kristen mengejar pertumbuhan iman pada umumnya dengan cara mencari lingkungan yang membuat dia lebih cenderung tidak melakukan tindakan-tindakan dosa tersebut. … Pandangan dosa seperti ini berpadanan dengan ketidakmengertian tentang betapa mendalam dan kayanya karya kasih karunia Kristus bagi kita. …Jika kita memiliki pandangan yang tipis tentang dosa, kita akan merasa aman jika kita menghilangkan dari pandangan kita apapun yang dapat menggoda kita untuk melakukan tindakan-tindakan immoralitas seksual, kata-kata kotor, berbohong, atau melakukan kekerasan” (Keller, Every Good Endeavor, hal. 192, 193). … Dia mengatakan bahwa orang-orang Kristen, yang memegang pandangan dosa seperti itu, adalah kaum ‘legalis’ yang menarik diri dari budaya populer dunia untuk menghindari situasi-situasi yang dapat menggoda mereka untuk melakukan ‘dosa-dosa tipis,’ seperti tindakan seksual immoral, berkata-kata kotor, kebohongan, atau kekerasan.

Pada saat ini kita sepatutnya mengecek definisi Alkitab tentang dosa. Alkitab menggambarkan dosa sebagai melanggar hukum Allah (1 Yoh. 3:4). Dosa juga didefinisikan sebagai pemberontakan melawan Allah (Ul. 9:7 ‘menentang’), yang memisahkan orang berdosa dari Allah (Yes. 59:2). Dosa adalah pelanggaran terhadap sifat Allah yang kudus, dan semua dosa adalah utamanya dosa melawan Allah. … Penilaian Keller adalah salah total, karena justru mereka yang memiliki, yang dia sebut, ‘pandangan tipis’ tentang dosa, mereka itulah yang telah tertusuk tentang dosa dan pemberontakan mereka melawan hukum Allah yang kudus dan memahami bahwa satu-satunya harapan keselamatan adalah kasih karunia Allah sebagaimana disingkapkan pada Salib Kristus. Orang-orang Kristen lahir baru, yang telah dimeteraikan oleh Roh Kudus dan yang berdiri dalam kasih karunia Allah untuk keselamatan mereka, adalah orang-orang yang senang akan hukum moral Allah dan berusaha untuk menaatinya dengan segenap hati mereka, dan melakukan apapun untuk menuruti apa yang Keller sebut sebagai ‘aturan-aturan Allah.’ [Inilah kasih karunia Allah yang sejati, lihat Titus 2:11-15] … Pandangan Keller tentang dosa yang ‘tebal’ mendorong orang Kristen untuk terlibat dalam budaya duniawi … Tetapi Kitab Suci tidak membuat perbedaan antara dosa tipis dengan dosa tebal. Alkitab mengajarkan bahwa dosa datang dari hawa nafsu dan keinginan dalam hati manusia yang sangat jahat dan licik (Yak. 1:14-15). Penggolongan yang dilakukan Keller terhadap dosa menjadi tipis dan tebal sama sekali tanpa otoritas Kitab Suci dan murni adalah hasil imajinasi dia yang bodoh; pandangan ini juga menyesatkan, karena menyajikan pandangan dosa yang salah dan berbahaya, yang mengecilkan ketidaktaatan terhadap hukum moral Allah, mengusulkan bahwa orang Kristen harus terlibat dengan hal-hal duniawi untuk mengatasi apa yang Keller sebut ‘dorongan kompulsif hati mereka untuk menghasilkan berhala.’ … Kitab Suci memperingatkan bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah (Yak.4:4). Orang-orang Kristen tidak boleh menjadi sama dengan pola dunia (Roma 12:1-2; Ef. 5:11; 1 Yoh. 2:15-17). … Allah memerintahkan umatNya untuk memisahkan diri dari hal-hal dunia (2 Kor. 6:17).”

This entry was posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *