Mengenai Serangan Paris

(Berita Mingguan GITS 21 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari pemikiran tentang serangan teroris baru-baru ini oleh Hughie Seaborn, dari Cairns, Queensland, Australia, seorang mantan Pantekosta, tetapi hari ini adalah seorang sahabat Kebenaran, dan juga teman David Cloud: “Orang-orang Babilonia dan Siria telah masuk dan benar-benar berkubu di antara umat bangsa-bangsa yang telah menolak Allah dalam Alkitab dan yang menolak untuk mempertahankan Dia dalam pemikiran mereka. Peristiwa 11 September [2 pesawat menabrak WTC] di New York City kini terjadi lagi di negara-negara lain karena mereka telah menolak Allah yang benar dan membuat ‘allah’ dari imajinasi mereka sendiri. Para pemimpin bangsa-bangsa membuat keputusan yang aneh dan berbahaya tentang imigrasi, karena mereka telah menolak Allah, dan Dia telah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang aneh, sebagaimana tertulis dalam Roma pasal satu. Allah membawa musuh-musuhNya ke atas mereka untuk membuat orang-orang yang mengaku umatNya untuk merenung tentang jalan mereka yang jahat. Terkadang mereka bertobat, seperti di kitab Yoel, tetapi terkadang mereka bertambah buruk, seperti yang terjadi di Perancis. Seorang lelaki membawa pianonya ke tempat penembakan, tempat orang-orang baru saja ‘tanpa salah’ menikmati konser kotor Death Metal beberapa jam sebelumnya, lalu memainkan lagu John Lennon yang penuh hujat dan menolak Allah, ‘Imagine,’ (“Man bikes grand piano to attacked Paris concert hall, plays Lennon’s Imagine,” CBCNews, 14 Nov. 2015). Lagu itu berkata bahwa kita harus ‘membayangkan tidak ada Sorga atau Neraka, dan juga tidak ada agama’ (terutama yang sempit seperti yang percaya Alkitab). Mungkin orang ini seharusnya membawa pianonya ke Irak atau Siria dan memainkan lagu itu kepada ISIS. Tidak mau dikalahkan, Paus Fransiskus merespon serangan Paris dengan beranjak ke jendela yang memandang keluar ke St. Peter’s Square an mempersembahkan doa perdamaian dunia kepada ‘Maria, Ibu belas kasihan’ (“It’s blasphemy to use God’s name to justify violence,” Zenit.org, 15 Nov. 2015). Paus menyebut negara Perancis sebagai ‘putri sulung Gereja, seluruh Eropa dan seluruh dunia,’ mengacu kepada sejarah panjang Gereja Katolik di Perancis. Sepertinya tidak ada yang mau bertobat ya?”

This entry was posted in General (Umum). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *