Pakaian Ketat dan Ketidaksopanan

(Berita Mingguan GITS 14 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Pakaian yang ketat merupakan potensi batu sandungan moral yang sama berbahaya bagi laki-laki dengan pakaian yang serba sedikit. Ketika kami menulis buku Dressing for the Lord pada tahun2007, kami meminta masukan dari banyak pihak, dan kebanyakan laki-laki yang merespon mengindikasikan bahwa ROK KETAT, BLOUSE KETAT, JEANS YANG MENEMPEL KULIT DENGAN KETAT, DAN PAKAIAN RENANG ONE-PIECE, memberikan suatu “godaan yang SANGAT BESAR” untuk hawa nafsu. Belakangan ini populer bagi wanita untuk memakai selapis celana panjang ketat di bawah rok mininya, dan mereka kira mereka sudah berpakaian sopan karena “tertutup,” tetapi pakaian seperti ini sangat menggoda. Dalam survei kami, seorang lelaki berkata bahwa pakaian ketat “sangat mengundang dan berpotensi untuk hawa nafsu.” Yang lain lagi berkata, “Tidak perlu sampai kelihatan kulit, karena semua lekukan sudah terlihat jelas.” Yang lain lagi berkata, “Saya menyatakan bahwa masalah nomor satu adalah pakaian apapun yang terlalu menempel tubuh, apakah itu jeans, celana, rok, gaun, kaus, apapun. Apapun yang ketat, tidak peduli berapa panjang, akan membuat bentuk tubuh terlihat tanpa perlu imajinasi, dan ini berarti tujuan berpakaian untuk menutupi tubuh menjadi percuma!” Yang lain lagi berkata: “Satu hal yang saya lihat di gereja saya adalah pakaian yang ketat. Hal ini menyingkapkan bentuk seorang wanita. Ini bahkan bisa lebih menggoda bagi seorang lelaki.” Yang lain lagi menulis: “Poinnya bukan pada tipe pakaian yang dapat menyandung seorang lelaki, tetapi seberapa pakaian itu menempel ketat pada tubuh.” Sebagian lelaki juga menyinggung bahwa jeans yang dipakai rendah juga menjadi masalah, bukan hanya karena pakaian seperti ini menggarisbawahi bentuk tubuh wanita, tetapi juga karena me-sugestikan perut yang terpapar, meskipun perut ditutup dengan kaos. Kaos yang dipakai dalam hal ini hampir selalu adalah kaos ketat.

This entry was posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian, Wanita. Bookmark the permalink.

5 Responses to Pakaian Ketat dan Ketidaksopanan

  1. Trims untuk artikelnya pak Steven.
    Bagaimana solusinya, cara yang baik (efektif namun bijak) untuk mengajar Jemaat untuk meninggalkan kebiasaan berpakaian minim ke acara kumpul berjemaat? (Tank top, jeans ketat, dll).

    Peluru sudah sering ditembakkan dari mimbar… tapi ndak mampan juga 🙂

    Minimal ke gereja lah bisa sopan dan teratur sudah mending, kalau dalam kehidupan sehari-hari bisa sopan, itu lebih baik lagi.

    Terkadang, ada yang seakan ndak merasa ‘tidak sopan’ …. bahkan beberapa lebih ekstrim berfikir: mengapa pikiran laki-laki yang kotor membatasi gaya busana kita sebagai wanita?

    Apalagi definisi sopan ndka ada patokannya …. terutama di kota besar dan pedesaan….

    Mohon sharingnya pak …

    tks

    salam jabat erat
    TU GKII Bethel Sintang

  2. Dr. Steven says:

    1. Memastikan orang-orang ini benar sudah lahir baru, diselamatkan. Banyak orang berstatus Kristen dan ke gereja, tetapi sungguh tidak lahir baru. Yang tidak lahir baru tentu tidak peduli dengan Firman Tuhan.

    2. Mengajarkan secara konsisten melalui khotbah.

    3. Menerapkan disiplin berpakaian. Misalnya, untuk yang pelayanan. Kalau pakaian tidak sesuai dengan standar kesopanan, diberitahu, dan diperjelas bahwa dia tidak bisa ikut ambil bagian dalam pelayanan, misal paduan suara, main musik, mengajar sekolah minggu, dll.

    4. Mengadakan diskusi kelompok, atau seminar, atau acara lain yang membahas masalah ini, supaya jemaat lebih aware.

    Memang, ada wanita yang berpikir bahwa masalah hawa nafsu adalah masalah laki-laki. Dan itu memang ada benar, jika seorang laki-laki berhawa nafsu kepada wanita, itu adalah salah laki-laki itu. Tetapi bukan berarti wanita itu pasti tidak ada salah. Jika wanita itu berpakaian tidak baik (Alkitab ada menyebut wanita berpakaian sundal, Amsal 7:10), maka ia menjadi batu sandungan, dan itu juga dosa.

  3. Elisna says:

    Daripada menjadi batu sandungan sebaiknya gereja menerbitkn peraturan dilarang menggunakan pakaian tdk sopan dan ketat.krn sekarang ini saya lihat,tdk ada lagi perbedaan pakaian yg digunakan para wanita,antara ladies yg kerja di night club dan wanita yg ke gereja.memalukan.

  4. Elisna says:

    Hal ini juga tindakan yg menghina Allah,masa ke rumah Tuhan dengan pakaian seperti seorng sundal.

  5. baju adat says:

    banyak ternyata yang belum saya tahu tentang dunia ini, ya salah satunya dari pakaian juga, jadi terimakasih banyak atas infonya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *