Skandal Sexting di SMA

(Berita Mingguan GITS 14 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah sekolah SMA di Colorado sedang diselidiki polisi karena skandal sexting [Editor: sexting adalah praktek mengirimkan gambar-gambar alat kelamin atau tubuh telanjang diri sendiri lewat handphone kepada teman, biasanya pacar. Istilah ini pelesetan dari ‘texting’] besar-besaran, setelah beberapa ratus gambar-gambar tidak senonoh murid-murid di SMA tersebut ditemukan di berbagai telpon genggam. George Welsh, Kepala Pengawas di Distrik Sekolah Canon City, selatan dari Denver, mengatakan, “Mungkin tidak ada sekolah di Amerika Serikat saat ini, yang belum pernah berurusan dengan masalah sexting” (“Sexting Scandal,” CNN, 7 Nov. 2015). Dia menggambarkan suatu wabah moral, tetapi para otoritas ini hanya mengobati gejala saja. Masalah akarnya adalah hilangnya moral dalam setiap level masyarakat, terutama di industri entertainment. Tidaklah mungkin untuk secara efektif mengatasi masalah sexting tanpa mengontrol moral di hal-hal seperti musik, televisi, film-film, media sosial, dan video game. Pada level yang lebih mendalam, masalah hilangnya moral ini dalam suatu masyarakat yang notabene “Kristen,” adalah karena kesesatan dan kompromi berbagai gereja di Amerika Serikat. Amerika tidak lagi takut akan Tuhan karena takut akan Tuhan tidak lagi dikhotbahkan di kebanyakan mimbar-mimbarnya. Editor: Dalam dunia global yang terhubung dengan internet ini, fenomena di satu negara segera masuk ke negara lain. Masalah sexting sudah marak juga di Indonesia, dan orang tua harus semakin memastikan bahwa anak-anak mereka memahami moral yang baik secara internal, melalui pertobatan kepada Yesus Kristus.

This entry was posted in Keluarga, Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *