Batu-Batu Memberikan Kesaksian

(Berita Mingguan GITS 26 Desember 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 19 Januari 2015: “Kita selalu diberitahu bahwa dibutuhkan jutaan tahun agar endapan berlumpur berubah menjadi batu. Orang-orang yang percaya pada penciptaan selalu tidak setuju. Sepertinya cukup jelas bagi kita bahwa kebanyakan bebatuan sedimenter yang kita lihat hari ini terjadi pada masa Air Bah zaman Nuh, yang bukanlah jutaan tahun yang lalu. Kaum Creationist secara umum memberi tanggal Air Bah sekitar 4.600 tahun yang lalu. Sampai baru-baru ini, kaum evolusionis mengabaikan tanggal ini sebagai sesuatu yang tidak mungkin: bebatuan sedimenter tidak bisa terbentuk sedemikian cepat. Nah, sekarang sepertinya mereka telah berbicara terlalu cepat. Ketika menggali parit-parit di suatu rawa-rawa asin, sebuah tim ahli sedimentologi menemukan nodul-nodul batu di dalam lumpur. Riset lebih lanjut mengenai bagaimana nodul-nodul itu terbentuk menyingkapkan bahwa suatu deposit lumpur dapat berubah menjadi lapisan batu sedimenter dalam enam bulan saja! Mereka menemukan dua bakteri yang bertanggung jawab untuk hal ini. Satu spesies mendapatkan energinya dari sulfat di air laut. Dalam proses ini, ia menghasilkan hidrogen sulfida, yang dapat juga mengubah compound besi sehingga dapat bereaksi dengan hidrogen sulfida dan garam-garam lainnya. Hasilnya adalah gumpalan-gumpalan batu yang terdiri dari besi sulfida dan besi karbonat – batu sedimenter yang mengeras cukup cepat sehingga dapat membuat binatang menjadi fosil sebelum membusuk. Ilmu pengetahuan kini telah mengkonfirmasi apa yang kaum Creationist telah ketahui dari awal. Ada proses-proses alami yang dapat membentuk bebatuan sedimenter dalam jangka waktu yang terbatas yang diizinkan oleh pembacaan sejarah Kitab Suci secara literal .” (Source Andy York, “Set in Stone,” New Scientist, 19 Sept. 1998).

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

1 Response to Batu-Batu Memberikan Kesaksian

  1. Rasnib says:

    Kalau hanya batu2 itu menjadi kesaksian maka tanya sendiri dengan batu itu ya…
    Terlalu naif dan merendahkan, bila Tuhan memberikan Kasih dan Karunia Nya dengan bukti2 fisik.
    Kesaksian itu di imani.
    Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *