Gembala Sidang Mars Hill Mundur, Merasa Tidak Nyaman dengan “Pembicaraan tentang Allah”

(Berita Mingguan GITS 12 Desember 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Kent Dobson, yang mengambil alih penggembalaan Gereja Mars Hill di Grand Rapids setelah pendiri gereja itu pergi pada tahun 2012, kini telah mengundurkan diri. Dia berkata bahwa dia tidak nyaman di sekitar “terlalu banyak pembicaraan tentang Allah” dan bahwa dia tidak yakin siapa Allah itu. “Saya selalu merasa gelisah dan sedikit tanpa rumah ketika masuk ke masalah gereja dan berbicara mengenai Allah. Saya mendengar terlalu banyak pembicaraan tentang Allah, saya mulai merasa seperti [bergidik] terlalu banyak agama. Saya tidak tahu; ini memberikan kepada saya perasaan resah. …Saya selalu dan masih terus tertarik ke bagian-bagian pinggir dari agama dan iman dan Allah. Saya telah mengatakan beberapa kali bahwa saya bahkan tidak tahu apakah kita tahu apa yang kita maksud dengan Allah. Nah seperti itu adalah bagian pinggir dari iman” (“Too Much God Talk,” Christian News, 25 Nov. 2015).

Orang malang ini sama tertipunya dengan pendiri Mars Hill sendiri, Rob Bell. Tidak mengetahui “apa yang kita maksud dengan Allah” bukanlah “bagian pinggir dari iman”; ini adalah ketidakpercayaan yang fasik, karena Allah telah menyatakan diriNya dalam cara yang sejelas mungkin dalam Kitab Suci. Gerakan emerging church adalah gado-gado yang membingungkan antara berbagai doktrin dan praktek, dan ada elemen “konservatif” di dalamnya sekaligus orang-orang yang paling liberal dan radikal. Seperti yang kami jelaskan dalam buku What Is the Emerging Church, gerakan ini adalah perpanjangan logis dari Injili Baru dan filosofi ‘jangan menghakimi’ dan ‘tenda besar’ yang digaungkan. Musik Penyembahan Konteporer adalah jembatan menuju emerging church dalam segala bentuknya, dan orang-orang yang menyeberangi jembatan itu tidak akan pernah tahu mereka akan tiba di mana. Mereka bisa saja tiba di kelompok radikal yang ditempati oleh orang-orang seperti Rob Bell dan Brian McLaren. Kedua orang ini adalah “interspiritualists.” Pada tahun 2008, Bell bergabung dengan Dalai Lama untuk Acara Benih-Benih Kemurahan Hati yang sangat New Age di Seattle, yang menggabungkan orang Episkopal, Roma Katolik, Buddha, Sikh, Muslim, dan lainnya untuk berdialog tentang “tema-tema bersama dalam semua tradisi rohani.” Dalam buku Velvet Elvis, Bell memberikan rekomendasi tinggi pada filsuf New Age, Ken Wilber, yang percaya bahwa manusia adalah Allah. Bell merekomendasikan para pembacanya duduk belajar dari Wilber selama tiga bulan! Pemimpin emerging, Brian McLaren, juga merekomendasikan karya Wilber. McLaren mengatakan bahwa orang-orang emerging menargetkan anak-anak dan cucu-cucu dari fundamentalis hari ini, dan ketika saya memperhatikan betapa lemahnya rata-rata orang Kristen hari ini, dan bahkan betapa banyaknya gembala sidang yang tidak tahu apa-apa, saya percaya bahwa para emergent akan berhasil dalam usaha mereka ini.

This entry was posted in Emerging Church, Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

1 Response to Gembala Sidang Mars Hill Mundur, Merasa Tidak Nyaman dengan “Pembicaraan tentang Allah”

  1. Rasnib says:

    Ha…ha…., yang ini tidak perlu gubris, kalau manusia itu Allah.
    Memuakan, prihatin dan kasihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *