Orang Kudus yang Sejati

(Berita Mingguan GITS 2 Januari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Doktrin orang kudus (santo dan santa) yang diajarkan Roma Katolik, membuktikan kesesatan mereka. Tidak pernah kita dapatkan dalam Perjanjian Baru bahwa gereja-gereja berdoa kepada santo atau santa. Alkitab menginstruksikan kita untuk berdoa kepada Allah Bapa melalui Yesus Kristus, satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia (1 Tim. 2:5). Berdoa kepada manusia biasa adalah penghujatan. Dalam Perjanjian Baru, istilah “orang kudus” (santo atau santa adalah terjemahan dari bahasa Inggris “saint”) dipakaikan kepada semua orang Kristen yang sudah lahir baru, bukan kepada suatu kelompok orang Kristen khusus yang sudah meninggal. Lihat Kisah Para Rasul 9:13, 32, 41; 26:10; Rom. 8:27; 12:13; 15:25, 31; 16:2, 15; 1 Cor. 6:1, 2; 14:33; 16:1, 15; 2 Kor. 8:4; 9:1, 12; 13:13; Ef. 1:1; Fil. 1:1; Kol. 1:2, 4; Fil. 7; Ibr. 6:10; 13:24. Bahkan orang Kristen yang kedagingan di Korintus pun disebut sebagai orang-orang kudus (2 Kor. 1:1). Orang Kristen yang lahir baru bukanlah orang kudus karena mereka tidak berdosa dan spesial; mereka adalah orang kudus karena mereka memiliki Juruselamat yang tidak berdosa dan Dia telah menghilangkan dosa mereka dari hadapan Allah (Wah. 1:5, 6; 1 Pet. 2:9, 10). Di pemandangan Allah, melalui Yesus Kristus, orang percaya adalah “kudus dan tak bercela dan tak bercacat” (Kol. 1:22). Ini alasannya kita disebut orang-orang kudus. Puji nama Tuhan yang kudus!

This entry was posted in General (Umum), Katolik. Bookmark the permalink.

4 Responses to Orang Kudus yang Sejati

  1. Johanes Yefta says:

    Pak, Saya ingin bertanya, Pengangkatan itu akan terjadi sebelum masa kesusahan atau sesudah masa kesusahan?

  2. Dr. Steven says:

    Sebelum masa kesusahan, karena masa kesusahan adalah masa Murka dan Penghakiman Allah, sedangkan kita bukan ditentukan untuk menerima murka (1 Tes. 5:1 dst)

  3. Johanes Yefta says:

    Bukankah antara masa kesusahan dengan masa Murka Allah itu beda? Menurut saya, masa kesusahan adalah masa dimana antikristus menguasai dunia, dan masa Murka Allah adalah dimana saat terompet ke 7 dibunyikan. Bagaimana pendapat bapak tentang pendapat saya?

  4. Dr. Steven says:

    Tidak, masa kesusahan adalah masa Murka Allah, jadi keseluruhan dari 7 tahun itu. Lihat Wahyu 6 (ayat-ayat terakhir), pada saat meterai keenam dibuka (jadi sebelum terompet ketujuh), itu sudah disebut hari Murka Anak Domba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *