Berdoa, Melarikan Diri Jangan pada Musim Dingin

(Berita Mingguan GITS 16 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat(Mat. 24:20). Dalam ayat ini, Kristus bernubuat untuk menguatkan dan menasihati orang-orang percaya Yahudi di Yerusalem yang akan hidup pada waktu Antikristus akan menajiskan Bait Ketiga (ay. 15). Konteksnya adalah “tanda kedatanganMu dan tanda kesudahan dunia” (Mat. 24:3). Dalam ayat 20 kita melihat misteri agung dari doa. Allah tahu persis kapan hari yang dimaksudkan ini akan terjadi, namun dia menghimbau umatNya untuk mendoakan hal yang spesifik dan untuk mengharapkan suatu jawaban. Allah adalah mahakuasa dan mahatahu, tetapi doa dapat membawa perubahan. Ini adalah pelajaran bagi kita hari ini. Doa-doa kita bagi bangsa dan negara sesuai dengan 1 Timotius 2:1-5 belum tentu membawa pertobatan nasional atau bahkan regional, tetapi doa yang beriman akan memiliki dampak. Allah akan melakukan sesuatu karenanya. Doa yang alkitabiah tidak pernah sia-sia, dan semakin persisten kita dalam berdoa dan semakin serius, semakin kita bisa mengharapkan Tuhan bekerja, karena dua elemen ini yang paling ditekankan dalam Kitab Suci mengenai doa.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *