Wanita Muslim Dibakar Hidup-Hidup dalam “Pembunuhan demi Kehormatan” di Pakistan

(Berita Mingguan GITS 18 Juni 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Lahore woman torches teenage daughter,” Dawn, 8 Juni 2016: “Seorang wanita membakar anak putrinya sendiri karena ia menikah dengan lelaki pilihannya sendiri pada hari Rabu, demikian kata polisi. Perempuan berusia 18 tahun itu mati seketika. Sang korban, penduduk di Jalan Mast Iqbal, kawin lari dengan seorang lelaki yang dia sukai dan yang tidak disetujui oleh keluarganya, kata Station House Officer (SHO) Sheikh Hammad Akhtar. Dua hari sebelum insiden itu, sang keluarga membujuk korban untuk kembali ke rumah dengan alasan bahwa mereka akan mengantarkannya dengan restu mereka. Tetapi, ketika dia kembali, ibunya menyiramnya dengan minyak dan membakarnya. … Di awal bulan, seorang guru sekolah berusia 19 tahun dibakar di Murree karena menolak untuk menikah dengan seorang lelaki yang berusia dua kali lipat darinya. Bulan lalu, polisi menangkap 13 anggota dewan suku lokal yang dituduh mencekik seorang wanita lokal dan membakar tubuhnya karena menolong salah satu temannya untuk kawin lari. Jasad Ambreen Riasat, 17 tahun, yang gosong, ditemukan di sebuah van yang terbakar di resor turin di Donga Gali pada 29 April. Hampir 1000 orang wanita dibunuh setiap tahun di Pakistan dalam apa yang disebut ‘pembunuhan karena kehormatan’ (honor killings) karena dianggap melanggar norma-norma konservatif tentang cinta dan pernikahan.” Sementara itu, Taliban di Afghanistan mencongkel keluar mata seseorang dan menguliti dia hidup-hidup sebagai pembalasan karena kematian salah satu komandan mereka oleh saudara jauh sang korban (“A young man is skinned alive,” Washington Post, 11 Juni 2016).

This entry was posted in Islam, Wanita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *