Filosofi Moral Amerika yang Relativistik

(Berita Mingguan GITS 9 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Barna Study: AmericaHas a New Moral Code,” Answers In Genesis, 12 Juni 2016: “Barna baru-baru ini melakukan survei atas populasi umum untuk menentukan pandangan terkini rakyat Amerika tentang moralitas. … Lebih dari setengah orang Amerika berpikir bahwa “apapun yang baik untuk hidupmu atau yang cocok dengan dirimu, itulah kebenaran satu-satunya yang dapat engkau ketahui.” … Presiden Barna, David Kinnaman, berargumen bahwa etika Kristen nominal yang dulunya mencirikan bangsa ini [Amerika], sedang digantikan oleh suatu ‘kode moral yang baru.’ Dia mengatakan bahwa moralitas baru ini dicirikan oleh aktualisasi-diri dan memiliki enam prinsip pembimbing. Prinsip-prinsip tersebut, yang didaftarkan di bawah ini, sungguh mengganggu pikiran. 1. ‘Cara terbaik untuk menemukan diri sendiri adalah melihat ke dalam dirimu sendiri.’ Luar biasanya, 91% orang dewasa di AS dan 76% orang yang mengaku Kristen setuju ‘secara penuh’ atau ‘setuju sebagian’ dengan pernyataan ini. 2. ‘Seserang tidak seharusnya mengritik pilihan kehidupan orang lain.’ Secara umum 89% orang dewasa dan 76% orang Kristen setuju. 3. ‘Untuk mendapatkan hidup yang bermakna, kamu harus mengejar hal-hal yang paling kamu dambakan.’ 86% orang dewasa AS dan 72% orang Kristen mengatakan ‘Ya.’ 4. ‘Tujuan tertinggi dalam hidup ini adalah menikmati hidup itu sebisa mungkin.’ 84% orang dewasa dan 67% orang Kristen setuju bahwa inilah tujuan tertinggi dalam hidup. 5. ‘Seseorang boleh percaya apa saja yang dia inginkan, asal kepercayaan itu tidak mempengaruhi masyarakat.’ Yang setuju dengan pernyataan ini mencakup 79% orang dewasa dan 61 orang yang mengaku Kristen. 6. ‘Ekspresi seksual apapun antara dua orang dewasa yang saling sepakat itu diperbolehkan.’ Sungguh mencengangkan, 69% orang dewasa Amerika dan herannya 40% orang yang mengaku Kristen setuju dengan ini. Statistik ini sepatutnya menjadi seruan bangun untuk semua orang Kristen. Walaupun ide-ide ini sama sekali tidak ada di dalam Kitab Suci, mayoritas orang Kristen menerima lima dari enam ide-ide ini! …David Kinnaman memiliki beberapa pemikiran yang membangunkan tentang moralitas yang baru ini, budaya kita, dan gereja-gereja. ‘Hal yang terbaik, menurut masyarakat kita adalah “menemukan dirimu sendiri” dan kemudian hidup “sesuai dengan apa yang baik bagimu.” …Ada individualisme yang begitu besar dalam masyarakat hari ini, dan ini juga tercerminkan di dalam gereja. Jutaan orang Kristen telah mencangkokkan dogma New Age ke dalam kerohanian mereka. Ketika kita mengupas lapisan-lapisannya, kita menemukan bahwa banyak orang Kristen memakai jalan Yesus untuk mengejar jalan dirinya sendiri. …Sementara kita cemas karena sekularisme yang merangsek ke dalam budaya, mayoritas orang Kristen yang pergi ke gereja justru telah menerima theologi yang korup dan berpusatkan pada diri sendiri.’” CATATAN DR. CLOUD: Gereja-gereja Amerika turut bersalah dalam hal ini. Gerakan Injili Baru, misalnya, telah mengkhotbahkan relativisme moral dengan slogan ‘jangan menghakimi’ selama lebih dari setengah abad.

This entry was posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

2 Responses to Filosofi Moral Amerika yang Relativistik

  1. Lukas says:

    Bagaimana menanamkan etika kristen ke hampir 700 suku Indonesia, ngomong-ngomong? Sekulerisme jelas akan gagal dan akan merusak nilai2 bangsa seperti di Barat.

  2. Dr. Steven says:

    Dengan memenangkan mereka kepada Kristus. Amanat Agung: menjadikan murid, membaptis, dan MENGAJAR mereka segala sesuatu yang Tuhan perintahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *