Gereja Esa Sedunia Bergerak

(Berita Mingguan GITS 16 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “300 denominasi bertemu untuk pertemuan ekumene di Munich,” Christiantoday.com, 5 Juli 2016: “Sekitar 1700 orang Kristen dari sekitar 300 denominasi telah bertemu di Munich untuk pertemuan Kongres Ekumene bertema “Bersama di Eropa,” untuk mempromosikan persatuan antara Katolik, Protestan, dan Injili. Dalam sebuah pertemuan yang didukung oleh Paus Fransiskus dan Patriarkh Ortodok, Bartholomew I, para pemimpin Gereja Katolik, Gereja Anglikan, beberapa Gereja Ortodoks, denominasi-denominasi Protestan, dan denominasi-denominasi Injili bebas seperti beberapa Baptis dan Pantekosta, berdebat selama tiga hari tentang bagaimana berjalan menuju ‘pertemuan, rekonsiliasi, dan pengharapan akan masa depan yang lebih baik.’ …Paus Fransiskus dan Patriarkh Ortodoks, Bartholomew I dari Konstantinopel, mengirim pesan video ke pertemuan itu. ‘Kami ingin berkontribusi terhadap rekonsiliasi orang-orang Kristen dan gereja-gereja,’ kata para organizer di website mereka. ‘Melalui kesaksian kami tentang persatuan dan rekonsiliasi, kami berharap juga untuk mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan. Kami ingin menghimbau semua orang di zaman kami ini untuk merespon dengan tegas dan penuh harap untuk maju bersama dan mengatasi hambatan-hambatan antara umat, bangsa-bangsa, kelompok-kelompok sosial dan budaya.’ Kongres itu ditutup dengan rally terbuka yang dihadiri sekitar 5000 orang dengan bendera: ‘500 tahun perpecahan sudah cukup – persatuan bisa dicapai.’” CATATAN DR. CLOUD: Persatuan Kristen yang sejati memerlukan kesatuan pikiran, bukan suatu “persatuan dalam perbedaan” versi ekumene. Firman Allah berkata, “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir” (1 Kor. 1:10). CATATAN EDITOR: Banyak orang menginginkan damai dan persatuan di atas segalanya. Memang, Tuhan juga menginginkan persatuan, tetapi tidak jika harus mengkompromikan kebenaran. Sama seperti Yoram bertanya kepada Yehu: “‘Apakah ini kabar damai, hai Yehu?’ Jawabnya: ‘Bagaimana ada damai, selama sundal dan orang sihir ibumu Izebel begitu banyak’” (2 Raj. 9:22).

This entry was posted in Ekumenisme. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *