Gestapo Baru dalam Kampus

(Berita Mingguan GITS 9 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari “Meet the New Campus Gestapo,” New York Post, 26 Juni 2016: “Di kampus-kampus di seluruh Amerika, Polisi Pikiran kini memiliki senjata baru: Tim Respons terhadap Bias (Bias Response Team, akan disingkat dengan BRT), yaitu admin-admin yang akan menekan siapapun yang bertindak tidak sensitif di ruangan kelas. Lebih dari 100 perguruan tinggi Amerika telah mendirikan sistem BRT. Beberapa pencari berita dari Heat Street telah menemukan bagaimana cara kerja tim ini. Seorang profesor di University of Northern Colorado dikunjungi oleh BRT sekolah tersebut – karena ia telah mengajak para mahasiswanya untuk memikirkan sudut pandang yang tidak populer. Berdasarken penyelidikan dari Heat Street, didapatkan bahwa profesor itu 1) membuat para mahasiswa membaca sebuah artikel Atlantik tentang makin meningkatnya sensitivitas mahasiswa, dan 2) meminta mereka untuk mempertimbangkan pandangan-pandangan yang tidak populer dan tidak politis (tidak cocok dengan agenda politik yang populer) atas topik-topik seperti pemanasan global dan isu transgender. Seorang mahasiswa yang transgender melaporkan kepada BRT bahwa profesor tersebut menyinggung ide bahwa ‘transgender bukanlah sesuatu yang benar-benar ada, dan tidak ada orang yang benar-benar bisa merasa lahir di tubuh yang salah.’ Pengadu itu menulis bahwa dia ‘sangat dilukai oleh hal ini.’ Tim BRT memberitahu profesor itu untuk tidak pernah membicarakan isu transgender lagi, atau bahkan menyinggung pendapat yang bertentangan tentang topik ini, baik dari dirinya sendiri ataupun dari orang lain. Jika profesor ini tidak boleh meminta murid-muridnya untuk berpikir kritis, sebaiknya kita tutup saja semua universitas sekarang.”

This entry was posted in General (Umum), Penganiayaan / Persecution. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *