Jejak Kaki Manusia Berusia “800.000 Tahun”

(Berita Mingguan GITS 16 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Blog Ken Ham, 9 Juli 2016: “Para peneliti mengklaim telah menemukan apa yang bisa jadi adalah jejak kaki Homo erectus di sebuah padang gurun di bagian tenggara Eritrea (sebuah negara Afrika di tepi laut yang berbatasan dengan Sudan, Etiopia, dan Djibouti). Jejak-jejak kaki ini – berukuran 12 jika memakai sepatu – sepertinya dibuat oleh sekelompok individu yang bertubuh tinggi, dan para peneliti evolusionis mengatakan bahwa jejak-jejak kaki ini dibuat 800.000 tahun yang lalu. Nah, dalam pandangan evolusi, H. erectus dianggap ‘secara fisik mirip dengan manusia modern,’ dan jejak-jejak kaki ini kataya tercetak 600.000 tahun sebelum munculnya manusia modern. Para peneliti percaya bahwa jejak-jejak ini ‘dapat memberikan petunjuk penting mengenai bagaimana gaja jalan H. erectus berevolusi hingga Homo sapiens … muncul.’ Walaupun mereka percaya bahwa jejak-jejak kaki ini dapat memberi terang tentang evolusi, para peneliti yang memimpin penggalian mencatat bahwa ‘jejak-jejak ini menunjukkan detil jari kaki, adanya lengkung longitudinal yang jelas dan jari kaki yang ter-abduksi, yaitu hal-hal yang menjadi ciri khas kaki manusia.’ Sebuah artikel lain menggambarkan jejak-jejak ini demikian: ‘hampir identik dengan jejak kaki manusia modern.’ Jadi jejak kaki manusia yang terlihat sama dengan jejak kaki manusia modern dapat memberikan petunjuk vital tentang evolusi cara jalan manusia? Pandangan yang jauh lebih konsisten dengan bukti-bukti yang tersedia adalah sudut pandang Alkitab. Homo erectus bukanlah spesies manusia lain yang ‘secara fisik mirip’ dengan kita. Bukti-bukti pengamatan mengkonfirmasi bahwa individu-individu ini adalah manusia – keturunan dari Adam dan Hawa, sama seperti kita. Mereka membuat dan memakai peralatan, menguburkan anggota mereka yang meninggal, memakai api dan perahu untuk berlayar, dan menyebar ke tiga benua. Setelah meninggalkan Babel, manusia-manusia ini termasuk orang-orang pertama yang mendiami dunia dan meninggalkan jejak-jejak yang dapat kita temukan hai ini. Perbedaan-perbedaan kecil yang kita lihat antara mereka dan kita hanyalah bagian dari variasi yang luar biasa yang Tuhan tanamkan ke dalam genome manusia. Ketika kita mulai dari Firman Tuhan, maka bukti-bukti yang diobservasi menjadi masuk akal, dan dapat ditafsirkan secara konsisten, dan mengkonfirmasi bahwa Alkitab benar, ilmu sejarah bahwa manusia dari dulu adalah manusia! Ini karena Firman Tuhan adalah dari Tuhan – bukan imajinasi manusia – yang memberikan sejarah sebenarnya dari dunia.”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *