PBB Menyangkal Hubungan Sejarah Israel dengan Bukit Bait

(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu lalu, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), melakukan voting 24 banding 6, dan menyetujui sebuah resolusi yang menyangkal ada hubungan sejarah antara orang Yahudi dengan situs-situs kudus di Yerusalem, termasuk Bukit Bait (“‘Egregious and Sinister,’ CBN.com, 14 Okt. 14, 2016). Hanya Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Lithuania, dan Estonia yang menyatakan tidak setuju. Dua puluh enam negara mengambil jalan penakut dan memilih abstain, sehingga mengizinkan resolusi ini untuk lolos. Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu merespon, “Bahkan jika mereka tidak membaca Alkitab, saya akan mengusulkan agar para anggota UNESCO mengunjungi Lengkung Titus (Arch of Titus) di Roma. Pada prasasti bersejarah itu dapat terlihat pasukan Roma sedang mengangkut benda-benda jarahan dari Bait Suci kedua di Bukit Bait 2000 tahun yang lalu. Di sana, terpahat pada Lengkung Titus, adalah menorah bercabang tujuh yang adalah simbol umat Yahudi, dan saya mengingatkan anda, juga adalah simbol bangsa Yahudi hari ini. Jangan-jangan UNESCO juga mau berkata bahwa Kaisar Titus terlibat dalam propaganda Zionis. Tetapi saya percaya bahwa kebenaran sejarah lebih kuat dan kebenaran akan menang. Dan hari ini kita berurusan dengan kebenaran.” Sungguh, kebenaran akan menang, tetapi Israel masih dalam pemberontakan terhadap Penciptanya dan masa depan jangka pendeknya tidaklah terang. Menurut nubuat Alkitab, dia akan ditipu oleh program “damai” antikristus. Dalam Wahyu 11 kita melihat pengukuran terhadap Bait Suci Ketiga di tengah-tengah masa berkhotbahnya dua nabi pembuat mujizat, dan Bait itu akan dikuasai oleh Antikristus yang akan mengklaim diri Allah dan memaksa dunia untuk menyembah dia dengan ancaman maut. “Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: ‘Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya.’ Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya” (Wah. 11:1-3).

This entry was posted in Arkeologi, Israel. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *