The Passion: Mencampur Yang Kudus dan Yang Najis

(Berita Mingguan GITS 08 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

“Haruslah kamu dapat membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, antara yang najis dengan yang tidak najis” (Im. 10:10). Firman Allah memerintahkan pemisahan antara yang kudus dan yang tak kudus, tetapi persis itulahyang tidak dilakukan oleh kekristenan kontemporer. Ada pencampuran yang berbahaya dan sesat, antara yang kudus dan yang sekuler, dan gereja atau rumah tangga manapun yang mengaku hidup berdasarkan Alkitab tetapi yang bermain api dengan musik Kristen kontemporer (musik duniawi) bertindak sangat bodoh. Perhatikan The Passion, sebuah program televisi spesial di saluran Fox, yang akan tayang pada tanggal 20 Oktober. Katanya film ini akan “menceritakan kisah saat-saat terakhir kehidupan Yesus Kristus di muka bumi ini melalui perikop-perikop Alkitab dan juga berbagai lagu pop yang terkenal” (“The Passion: New Orleans Soundtrack Set for Release,” Fox.com). Salah satu aktor di dalamnya adalah Michael W. Smith, seorang musisi CCM terkenal. Yesus Kristus diperankan oleh Jencarlos Canela, seorang rocker, dancer, dan aktor yang sensual, yang mengumumkan pada tahun 2011 bahwa dia dan pacarnya, Gaby Espino, menantikan seorang bayi yang akan lahir di luar nikah. Canela menjadi terkenal karena perannya dalam opera sabun yang secara moral kotor, Más Sabe el Diablo (Iblis Lebih Tahu), yang direkam pada tahun 2009-2010. Canela memainkan peran Angel, walaupun dia dikenal sebagai El Diablo (Iblis), yang digambarkan memiliki hati yang baik walaupun dia adalah seorang pencuri bermulut kotor, pezinah, dll. Seri yang penuh kekerasan itu memiliki fitur “para kekasih yang terlibat dalam intrik, pengkhianatan, pembalasan, dan nafsu yang tak terkekang.” Dalam The Passion, Maria, ibu Yesus, diperankan oleh Trisha Yearwood yang telah bercerai tiga kali. Soundtrack untuk film The Passion ini dibuat oleh Adam Anders dan Peer Astrom, yang sebelumnya memproduksi lagu untuk Backstreet Boys, dan juga untuk Madonna, si penyanyi yang sangat anti Yesus dan penuh kekotoran itu. Lagu-lagu untuk The Passion antara lain adalah lagu-lagu hit dari para musisi yang sangat tidak kudus. Salah satunya adalah Katy Perry, yang lagu “Dark Horse”nya mempromosikan okultisme dan penyembahan berhala Mesir, lengkap dengan ular-ular, binatang-binatang roh jahat, mantra-mantra, dewa Hors, dan dewi kotor Isis dan Aphrodite. Perry mengatakan bahwa albumnya, Prism, terinspirasi oleh The Power of Now, karya Eckhart Tolle, seorang universalis New Age (“Katy Perry’s Prism,” Billboard, 27 Sept. 2013). “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Kor. 6:14).

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *