Bukti Arkeologi Baru Ditemukan di Lakhis

(Berita Mingguan GITS 12 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kota Lakhis adalah salah satu kota kuno Israel yang paling besar dan paling dibentengi, dan riset arkeologi sejak tahun 1930an telah menemukan banyak sekali materi yang mendukung kisah-kisah dalam Alkitab tentang sejarah masa kuno dulu. Ada bukti tentang kehancuran kota ini oleh raja Asyur, Sanherib, di abad delapan SM, pada masa Hizkia (2 Taw. 32:9): gundukan pengepungan, ratusan mata panah besi, mata tombak, batu-batu umban, dan balista-balista batu. Pengepungan dan penghancuran Lakhis digambarkan dari perspektif Asyur dalam suatu seri relief-bas yang luar biasa di istana Sanherib, yang ditemukan oleh Henry Layard di pertengahan 1800an. Hari ini, seri gambar-gambar relief sepanjang 30 meter itu diletakkan di Ruangan Lakhis di British Museum, menjadi saksi bisu di hadapan dunia tentang akurasi sejarah dalam Alkitab bagi barangsiapa yang memiliki mata untuk melihat. Relief itu menunjukkan tentara Asyur menyerang kota tersebut, membangun gundukan tanah pengepungan, menggunakan pendobrak untuk menghancurkan tembok-tembok, dan memperlakukan tawanan Yahudi dengan kejam.

Bukti baru yang mengkonfirmasi catatan Alkitab tentang sejarah Lakhis dan Israel kuno ditemukan di awal tahun ini (2016) dalam penggalian gerbang utama Lakhis. Gerbang itu sekarang sudah sepenuhnya kelihatan, dengan tinggi 13 kaki (4 meter lebih), lebar 80 kaki (25an meter), dan tebal 80 kaki (25an meter). Ini adalah gerbang kota terbesar yang pernah ditemukan yang berasal dari zaman Bait Pertama, dan salah satu yang masih tersimpan dalam kondisi paling baik. Gerbang ini gerbang tiga bilik (ada tiga bilik besar di masing-masing sisi gerbang), dan bangku-bangku dengan pegangan tangan, tempat para hakim dan tua-tua kota duduk, masih ada. Di sisi gerbang ini adalah sebuah bilik dengan tangga yang turun menuju bilik lain, tempat persembahan diberika kepada Baal di dua mezbah yang masing-masing bertanduk empat. Ini mengkonfirmasi catatan Alkitab tentang bagaimana Yehuda jatuh kepada penyembahan berhala pada zaman Ahas (2 Raj. 15:3-4). Lebi lanjut lagi, mezbah-mezbah ini ditemukan dlam kondisi dinajiskan, tanduk-tanduknya dipatahkan, dan ini mengkonfirmasi catatan bahwa anak Ahas, Hizkia, dengan semangat melawan penyembahan berhala (2 Raj. 18:4). Di atas semua itu lagi, para arkeolog telah menemukan sebuah jamban di bilik-bilik Baal. Jamban ini adalah “sebuah batu yang dibuat berbentuk bangku, dengan sebuah lobang di bagian tengah.” Kita membaca di 2 Raj. 10:27 bagaimana Yehu membuat kuil Baal di Samaria menjadi jamban, dan di Lakhis kita menemukan bukti adanya praktek ini.

This entry was posted in Arkeologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *