Daun Pintar

(Berita Mingguan GITS 21 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CreationMoments.com, 21 September 2016: “Sambil ilmu pengetahuan belajar semakin banyak tentang alam semesta, ada yang mengusulkan bahwa mereka melihat prinsip-prinsip dasar matematika yang mendasari segala sesuatu. Prinsip ini, yang oleh satu ilmuwan disebut ‘automata seluler,’ bisa jadi adalah akar segala sesuatu, mulai dari astronomi hingga zoologi. Daun-daun pada tumbuhan memiliki pori-pori yang mengizinkan karbon dioksida masuk. Tetapi, jika pori-pori itu terbuka terlalu lebar atau terlalu lama, maka tumbuhan itu dapat kehilangan terlalu banyak air. Jadi, bagaimanakah suatu tumbuhan, yang tidak memiliki otak atau sistem saraf pusat, untuk menyeimbangkan semua faktor ini? Para penelitis selama ini berpikir bahwa pori-pori itu bekerja secara independen satu sama lain. Faktanya, selama beberapa menit, kumpulan pori-pori yang menutup dan membuka akan bergerak dalam pola di permukaan daun. Sambil para ilmuwan mempelajari pola-pola ini, mereka menyadari bahwa pola yang mereka perhatikan adalah apa yang mereka sebut ‘distributed, emergent computation’ atau ‘automata seluler.’ Sel-sel individu dari daun bekerjasama satu dengan lainnya untuk melakukan perhitungan kompleks dalam skala besar. Pendeknya, sel-sel daun tumbuhan bekerja bersama sebagai suatu komputer, walaupun mereka tidak memiliki prosesor sentral. Sementara para evolusionis mau menjelaskan intelijen yang tertanam ini melalui kebetulan semata, sulit untuk menghindari kesimpulan bahwa intelijensi ini diciptakan dari awalnya oleh sang Pencipta. Inilah satu-satunya kesimpulan yang intelijen.

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *