Hati-Hati terhadap Fantasi Gelap

(Berita Mingguan GITS 1 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Hati adalah sumber dari aksi seseorang. Firman Allah berkata, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan,” dan “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia” (Ams. 4:23; 23:7). Korupsi terhadap imajinasi adalah salah satu langkah awal dalam kemerosotan kepada penyembahan berhala dan kekacauan moral dalam sejarah manusia, sebagaimana kita baca dalam Roma 1. “…Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap” (Rom. 1:21). Hal yang sama terjadi dalam hidup individu-individu. Apa yang diperhatikan terus menerus oleh pikiran, pada akhirnya akan menguasai kehidupannya. Jika imajinasi menjadi bengkok, kehidupan akan mencerminkan ini. Ini adalah suatu peringatan keras dalam zaman sekarang ini, zaman ketika orang dapat terhubung 24/7 dalam cara yang sangat privasi dengan aspek budaya pop mana pun, dan ada banyak hal yang gelap dan bengkok yang dapat dimasukkan ke dalam pikiran untuk memenuhi imajinasi. Faktanya, gelap dan bengkok adalah gambaran yang cocok atas banyak sekali musik, video game, novel, dan film-film hari ini. Misalnya genre science fiction dan superhero, yang terus bertambah gelap dan aneh, makin sensual dan tidak bertuhan. Dam banyak orang hidup dalam dunia fantasi yang gelap seperti demikian. Pertimbangkan James Holmes, yang membunuh lusinan orang dan melukai hampir 60 lainnya dalam sebuah bioskop tempat film Batman: The Dark Knight Rises sedang diputar. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa pembunuhan adalah melaksanakan keingingan sifat dosa manusia (Mar. 7:21-23), dan sifat manusia yang sudah jatuh dalam dosa dapat dibakar. Holmes mewarnai rambutnya merah dan mengatakan bahwa dia adalah sang Joker, yaitu musuh Batman yang super suka kekerasan, yang berpakaian seperti badut (“NYC Police Commissioner Said Alleged Shooter Calls Himself The Joker,” Fox News, 20 Juli 2012). Ini adalah film-film yang penuh dengan hal-hal menjijikkan. Dalam film 2008, Batman: The Dark Knight, wajah seseorang disaya dengan pisau, ada lagi yang mukanya setengah terbakar, mata seseorang ditusuk dengan pensil, dan sebuah bom dimasukkan ke dalam tubuh seseorang dan meledak, dan ada seorang lelaki yang diikat ke kursi dan dibakar, seorang anak kecil diancam oleh seorang lelaki dengan wajah yang meleleh, dan badut-badut ditembak di kepala. Dalam buku komik Batman: The Dark Knight, Joker membunuh semua penonton audiens sebuah acara televisi. Tiga belas tahun sebelumnya, tidak jauh dari tempat Holmes melakukan fantasi-fantasinya yang bengkok, Eric Harris dan Dylan Klebold membunuh 13 orang dan melukai 21. Mereka juga waktu sedang melaksanakan fantasi-fantasi kesetanan mereka yang telah dibakar melalui musik, video game, dan film-film gelap yang penuh kekerasan.

This entry was posted in General (Umum), Separasi dari Dunia / Keduniawian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *