Kemerosotan Gembala kepada Kompromi

(Berita Mingguan GITS 8 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Kompromi kebenaran tidak terjadi sekaligus. Ia bersifat inkremental [bertambah perlahan]. Dalam kasus seorang gembala sidang, hal ini dapat dilihat dari khotbah-khotbahnya, bagaimana ia secara perlahan mengurangi peneguran terhadap dosa dan kesalahan. Alkitab mengatakan bahwa pengkhotbah haruslah menyatakan kesalahan, menegor dan menasihat (2 Tim. 4:2), untuk menasihati dengan segala kewibawaan (Tit. 2:15), dan untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Dia diharuskan untuk memberitakan seluruh maksud Allah (Kis. 20:27). Semua tugas ini memerlukan sang gembala memberikan kata-kata dan peringatan yang jelas terhadap dosa dan kesalahan, tetapi gembala yang berkompromi lebih khawatir tentang tidak menyinggung manusia daripada setia kepada Allah, jadi ia secara gradual melembutkan teguran-tegurannya untuk dicocokkan dengan sentimen manusia. Dalam 20 tahun terakhir kita telah menyaksikan dikuranginya teguran berhubungan dengan fashion pakaian yang tidak sopan dan unisex, tato, musik kedagingan, psikologi self-esteem, kompromi Injil, dan begitu banyak hal lainnya. Bahkan peringatan yang jelas tentang neraka sudah menjadi jarang.

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *