Penua-Super

(Berita Mingguan GITS 15 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Banyak penyelidikan dilakukan terhadap orang-orang yang diberi predikat “penua-super” (super-agers), yaitu orang-orang di atas 80 tahun yang ketika diuji, memili ingatan yang sama dengan orang-orang yang puluhan tahun lebih muda. Sebuah penelitian baru diterbitkan di Journal of the American Medical Association, yang menemukan bahwa para “penua-super” kehilangan lebih sedikit massa otak dan juga secara lebih perlahan dalam proses penuaan dibandingkan dengan orang-orang yang menua secara normal. Fakta bahwa sebagian orang mengalami proses penuaan secara lebih mulus dibandingkan orang lain sudah sejak lama diketahui. Hal yang baru adalah ide bahwa para “penua-super” ini bisa memberikan petunjuk tentang cara memutar balik proses penuaan, yang adalah obsesi bodoh dari generasi yang tidak beriman ini. Amanda Cook, penulis dari penelitian baru tersebut, mengatakan, “Para penua-super memberikan petunjuk bahwa penurunan kognitif karena umur ternyata tidak harus terjadi” (“Brains of ‘super-agers,’” Agence France-Presse, 5 Apr. 2017). Sebenarnya, tidak ada petunjuk semacam ini, karena penuaan dan kematian adalah hal yang universal, dan para “penua-super” yang paling super sekalipun akan mati juga, tidak peduli berapa tajam ingatan dia pada saat kematian itu. Beberapa bilyuner teknologi, termasuk pendiri Google, Larry Page, dan CEO Oracle, Larry Ellison, sedang membiayai riset untuk menghilangkan kematian. Ellison berkata, “Kematian membuat saya sangat marah,” jadi dia menciptakan Ellison Foundation untuk menemukan cara untuk menghindari kematian (“Larry Page Lists 5 Things That Google Will Conquer,” Business Insider, 15 Mei 2014). Setelah mencapai hal-hal yang luar biasa melalui teknologi dan meninggikan intelek manusia ke posisi Allah, para pemimpin industri teknologi ini kini terjebak dalam pemikiran bahwa mereka dapat menyelesaikan kebutuhan rohani dan moral manusia yang terdalam. Saya menggunakan dan menikmati teknologi modern, tetapi saya tidak mengandalkannya untuk keselamatan. Orang-orang ini secara sengaja mengabaikan fakta bahwa maut adalah upah dosa (Roma 6:23). Upah yang mengerikan itu termasuk kematian fisik dan “kematian kedua,” yang adalah hukuman kekal dalam lautan api (Wahyu 21:8). Mengenai para penua-super, tidak peduli berapa tajam ingatan mereka sampai usia lanjut, mereka tetap akan merasakan efek-efek penuaan dalam berbagai cara yang lain. Mungkin mereka tidak melihat sejelas dulu, atau mendengar sejelas waktu muda, atau tidak bisa melompat dan berlari sebaik dulu, sembuh dari cedera tidak secepat orang muda. Rasa sakit yang dulu timbul dan segera hilang, kini menetap. Para penua-super mengingatkan saya akan si optimis yang jatuh dari gedung pencakar langit tinggi. Sambil dia jatuh melewati lantai 50, ada yang mendengar dia berkomentar, “Sejauh ini masih baik-baik saja!” Bagi orang yang menjadi tua di dalam Kristus, Allah memiliki janji-janji yang sangat indah, seperti yang menjadi favorit nenek saya yang saleh: “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti” (Maz. 37:25).

This entry was posted in General (Umum), Teknologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *