Hillsong dengan Berani Mempromosikan Persatuan dengan Roma

(Berita Mingguan GITS 20 Mei 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Hillsong memproduksi musik Kristem kontemporer (CCM – Contemporary Christian Music) yang paling berpengaruh hari ini, dan Hillsong berada di garis depan pembangunan suatu “gereja esa sedunia” melalui persatuan ekumenis. Baru-baru ini, gembala senior dari Hillsong Phoenix membuat pernyataan berikut melalui video: “Saya Dr. Terry Crist, gembala senior dari City of Grace [Hillsong Phoenix], dan juga Ketua dari Governor’s Council of Faith and Community Partnership di Arizona. Dan saya mau mengucapkan selama kepada Dr. Gary Kinnaman, Joe Tuscany, Uskup [Katolik] Thomas Olmsted, dan Uskup [Katolik] Eduardo Nevares, atas kerja luar biasa mereka mempersatukan Katolik dan Injili. Sesuatu yang berkuada terjadi ketika kita berkumpul pada pribadi Yesus. Gereja kami adalah anggota dari keluarga global jemaat-jemaat yang disebut Hillsong. Gereja utama kami berlokasi di Sydney, Australia … Dan sangatlah indah untuk melihat selama beberapa tahun terakhir bagaimana orang-orang Katolik di seluruh dunia telah mengangkat lagu-lagu gereja kami dan telah menyanyikannya secara universal. Lagu-lagu seperti ‘Shout to the Lord,’ ‘Mighty to Save.’ … Begitu sering kita berfokus pada hal-hal yang memisahkan kita daripada Manusia yang menyatukan kita. Yesus adalah Allah-manusia yang memanggil kita semua kepada diriNya, dan ketika kita merespon kepada hal itu, sesuatu yang transenden terjadi, sesuatu yang menyatukan kita, jauh lebih dalam dari persetujuan semata. Dan dari persatuan itu muncul suatu misi bersama” (https://videos.files.wordpress.com/gp1P36St/roman-catholic-hillsong_dvd.mp4). Hanya seorang yang tersesat yang akan berkata bahwa Yesus senang dengan persatuan campuran khalayak ramai kekristenan yang terdiri dari orang-orang dengan doktrin yang berbeda-beda dan Injil yang berbeda-beda. Kitab Suci dengan berani memperingatkan tentang bahaya injil-injil palsu, kristus-kristus palsu, dan roh-roh palsu (2 Kor. 11:1-15). Hal ini sekali lagi menegaskan peringatan bahwa menggunakan musik penyembahan kontemporer sama dengan membangun jembatan berbahaya kepada “gereja esa sedunia.” Hal ini jelas dilarang dalam Kitab Suci (misal Roma 16:17; 1 Korintus 15:33; 2 Timotius 3:5). Sangatlah menyedihkan bahwa begitu banyak gembala Baptis tidak memahami isu ini, dan lebih sedih lagi jika mereka tidak mau dididik dengan baik. Sebaliknya, mereka sibuk membenarkan kompromi mereka dan mengecam dan mengucilkan sisa suara yang masih memberi peringatan. Mereka ini bukanlah gembala yang bijak atas kawanan domba Tuhan. Mari kita berdoa terus agar Tuhan membangkitkan orang-orang yang terpanggil, memenuhi syarat, dan berapi-api bagi Kristus dan kebenaran, orang-orang dengan visi alkitabiah, yang rajin berdoa, yang akan memimpin jemaatnya dalam pemuridan yang serius, bukan hiburan semata, yang akan memimpin jemaat-jemaat untuk menjadi kuat dalam Firman Allah, kuat dalam doa, bijak dan hati-hati dalam penginjilan, dan membangun rumah-rumah tangga yang kuat yang dapat mendisiplin dan mendidik anak-anak dengan efektif.

This entry was posted in Ekumenisme, musik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *