Bono dan U2 Memimpin Audiens dalam “Lagu Injil” Katanya

(Berita Mingguan GITS 3 Juni 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah memorial untuk korban pengeboman oleh teroris Muslim di sebuah konser rock di Manchester, Inggris, Bono dan band Rock U2 memimpin audiens Jimmy Kimmel Live dalam lagu “I Still Haven’t Found What I’m Looking For” (Aku Belum Menemukan Yang Kucari). Bono memperkenalkan lagu ini sebagai “sebuah lagu rohani dengan jiwa yang tidak gelisah,” dan ketika pada penghujungnya dia menyerukan kepada audiens untuk “bawa ini ke gereja sekarang,” khalayak ramai itu berdiri dan “dengan senang ikut serta dalam performa injil tersebut” (“U2 Turns Whole Audience into Gospel Choir,” Christian Post, 26 Mei 2017). Bono adalah seorang pahlawan injili yang diakui umum, walaupun (atau mungkin memang justru karena) pengakuan iman dia pada Kristus adalah suatu kekacauan jika diuji dengan Alkitab. Injilnya adalah injil sosial dan kehidupannya tidak mencerminkan pengakuan kristianinya. Perhatikan lagu “I Still Haven’t found What I’m Looking For.” Lagu ini berbunyi, “Engkau mematahkan belenggu, melepaskan rantai, membawa salib kehinaanku,” tetapi tidak ada dalam lagu itu dikatakan siapa yang melakukan ini atau apa maksudnya. Konteks lagu juga sepertinya lebih tentang romansa daripada Kalvari. Bahkan terkandung dalamnya lirik yang vulgar tentang bercinta dengan seorang gadis. Lebih lanjut lagi, tema utamanya adalah “Saya masih belum menemukan apa yang saya cari,” yang diulang delapan kali. Ini bukanlah Injil Yesus Kristus. Ini adalah anti-Injil. Lagu Bono bukanlah lagu Injil menurut Inijl yang Paulus kabarkan melalui pengilhaman ilahi dalam surat Roma. Lagu Bono tidak mengatakan setitikpun tentang dosa atau murka Allah yang kudus atas dosa, atau kematian Kristus dan pencurahan darahNya sebagai penebusan untuk dosa, atau kebangkitan atau pertobatan dan iman yang menyelamatkan. Orang-orang yang telah menemukan Injil yang alkitabiah tidak terus berkata, “Saya belum menemukan yang saya cari.” Mereka telah menemukan yang mereka cari, dan bahkan yang jauh lebih mulia lagi dalam Pribadi Kristus. Mereka telah berpindah dari kematian kepada kehidupan, dari kegelapan kepada terang. Mereka telah meninggalkan jalan yang lebar kepada jalan sempit kebenaran dan kebajikan. Mereka bukan lagi bagian dari dunia ini sama seperti Kristus bukan lagi di dunia. Dari semua yang bisa kita ketahui, Bono tidak pernah melakukan satupun dari hal-hal itu, dan tidak memahami apa arti semua itu. Injilnya adalah penggabungan hal-hal sensual dengan hal-hal rohani, dan itu adalah antikristus. Baru saja pada tahun 2008, Fox News melaporkan bahwa Bono dan teman rockernya, Simon Carmody, berpesta dengan gadis-gadis remaja di sebuah yacht di St. Tropez. Laporan itu, yang disertai dengan sebuah foto Bono sedang memangku dua gadis remaja berbusana bikini di pangkuannya di sebuah bar, berkata, “Bono, Carmody, dan gadis-gadis berpesta semalaman di atas yacht.” Pada tahun 2006, Bono berkata: “Saya baru-baru ini membaca dalam salah satu surat Paulus tentang semua buah-buah roh, dan saya tidak memiliki satupun di antaranya” (“Enough Rope with Andrew Denton,” March 13, 2006). Dalam sebuah wawancara dengan majalah kotor, Rolling Stone, Bono mengatakan bahwa dia tidak suka dengan label “orang Kristen lahir baru” dan dia tidak pergi ke gereja. Dia mengatakan, “Saya adalah contoh dan iklan yang sangat buruk bagi Allah” (U2: The Rolling Stone Files). Injilnya adalah injil keadilan sosial, yang bertujuan menyelamatkan masyarakat (dengan uang pembayar pajak, bukan uangnya sendiri), tetapi tidak ada keselamatan untuk jiwa yang kekal.

This entry was posted in musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *