Mark Driscoll Mengatakan Banyak Orang Katolik “Mengasihi Yesus”

(Berita Mingguan GITS 3 Juni 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Mark Driscoll, mantan gembala sidang dari Gereja Mars Hill di Seattle, yang kini sudah kembali ke dalam pelayanan full-time, mengatakan bahwa orang-orang Roma Katolik “mengasihi Yesus.” Pada tanggal 23 Mei, dalam sebuah forum mingguan yang berjudul “Tanya Pastor Mark,” Driscoll memunculkan pertanyaan berikut yang diserahkan oleh seorang pemirsa: “Saya baru-baru ini memiliki seorang teman Katolik yang bertanya, siapakah yang memiliki penafsiran Kitab Suci yang benar? Apakah gembala Lutheran, gembala Baptis, gembala Presbyterian, atau gereja Katolik?” Driscoll menjawab sebagai berikut: “Sangatlah penting ketika berbicara mengenai Katolikisme untuk memahami bahwa mereka percaya pada satu Allah dalam tiga Pribadi, Bapa, Anak, dan Roh, yaitu Tritunggal. Mereka mempercayai kelahiran Kristus dari perawan, hidupNya yang tanpa dosa, beserta kematian, penguburan, dan kebangkitanNya. Jadi ada banyak hal yang saya akan sebut saya sebut isu-isu penting, yang kita setujui bersama sebagai Protestan dengan orang Katolik. Saya seorang Protestan; ada isu-isu lain yang saya tidak setujui dengan teman-teman Katolik saya, tetapi saya tidak punya waktu dalam video singkat ini untuk membahasnya. …Ada orang-orang Katolik yang mengenal dan mengasihi Yesus. Saya bukan salah satu orang seperti itu waktu saya tumbuh besar. Itu bukan salah gereja, itu salah saya. Saya waktu itu tidak tertarik sama sekali. Ibu saya seorang yang lahir baru, mengasihi Yesus dan seorang Katolik. Saya mau menyatakan dengan jelas, karena ada orang-orang yang mau menempatkan orang-orang Katolik sebagai suatu kategori seperti bidat atau agama lain, yang saya tidak percaya adalah seperti itu.”

Ini adalah suatu jawaban yang sangat menyimpang dan berbahaya terhadap suatu pertanyaan yang penting. Driscoll sama sekali tidak memberikan peringatan tentang kesesatan-kesesatan Roma yang menandakannya sebagai suatu agama palsu: Injil yang bergantung pada sakramen, menyamakan otoritas tradisi gereja dengan Firman Tuhan, penghujatan dalam misa, penyembahan Maria, pengajaran supremasi paus, doktrin santo-santa mereka, purgatori, dll. Tidaklah mungkin untuk mempercayai apa yang Roma ajarkan dalam pernyataan Konsili Vatikan Kedua, dan juga New Catholic Catechism, dan pada saat yang sama diselamatkan. Jika seseorang diselamatkan dalam gereja Katolik, itu terjadi berlawanan dengan pengajaran Katolik itu, bukan karena pengajaran Katoliknya. Lebih lanjut lagi Firman Tuhan melarang umatNya untuk satu kuk dengan orang-orang Kristen palsu dan orang-orang yang tidak percaya, sehingga tidaklah mungkin untuk tetap tinggal dalam gereja Katolik dan berada dalam kehendak Tuhan pada saat yang sama. “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” (2 Tim. 3:5). “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Kor. 6:14).

This entry was posted in Ekumenisme, Katolik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *