Teknologi Hidup

(Berita Mingguan GITS 24 Juni 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Pada akhir abad 18, William Paley memakai sebuah jam tangan sebagai ilustrasi tentang konsep desain. Jika anda berjalan melalui suatu hutan dan melihat sebuah jam tergeletak di tanah, anda langsung berasumsi bahwa jam ini dibuat oleh seorang desainer yang intelijen. Dengan cara yang sama, ketika kita melihat kompleksitas dari makhluk-makhluk hidup, kita harus berasumsi tentang eksistensi seorang desainer intelijen. Para skeptik mencoba untuk meredam argumen Paley dengan klaim bahwa tidak ada hubungan langsung antara sebuah jam dengan organisme makhluk hidup, tetapi ilmu pengetahuan telah sejak itu menyingkapkan teknologi hidup yang brilian yang terlihat jelas di seluruh kehidupan, bahkan pada level seluler. Para ilmuwan telah menemukan mesin-mesin yang hidup! Walt Brown, Ph.D. dalam teknik mesin dari MIT mengobservasi: “Kebanyakan fenomena kompleks yang diketahui oleh sains ditemukannya di dalam sistem-sistem yang hidup – termasuk yang melibatkan fenomena elektrik, akustik, mekanis, kimiawi, dan optik. Penelitian mendetil dari berbagai binatang juga telah menyingkapkan peralatan dan kemampuan fisik tertentu dan yang tidak dapat ditiru oleh para desainer terbaik dunia ini, sekalipun menggunakan teknologi yang paling rumit. Contoh-contoh desain demikian meliputi motor-motor berukuran molekul di kebanyakan makhluk hidup; teknologi canggih dalam sel; sistem sonar yang mini dan teruji dalam lumba-lumba dan paus; ‘radar’ dan sistem pembedaan benda dengan memakai frekuensi dalam kelelawar; kemampuan aerodinamis yang efisien dari hummingbird; sistem kontrol, balistik internal, dan ruang bakar dari kumbang bombardier; sistem navigasi yang sangat tepat dan berlapis dari banyak burung, ikan, dan serangga; dan terutama kemampuan memperbaiki diri sendiri yang dimiliki hampir semua bentuk kehidupan. Tidak ada satu pun komponen dari sistem-sistem yang kompleks ini yang dapat berevolusi tanpa menyebabkan organisme tersebut berada dalam posisi payah dan rugi sampai komponen tersebut selesai. Semua bukti menunjuk kepada desain intelijen. Banyak bakteri, seperti Salmonella, Escherichia coli, dan beberapa Streptococci, menggerakkan diri mereka dengan motor-motor mini … Teori evolusi mengajarkan bahwa bakteri adalah salah satbu bentuk kehidupan yang pertama berevolusi, dan oleh karena itu, mereka sederhana. Bakteri bisa jadi memang kecil, tetapi mereka tidaklah sederhana. Mereka dapat berkomunikasi dengan sesama mereka menggunakan bahan-bahan kimia. Sebagian tumbuhan memiliki motor yang ukurannya seperlima dari ukuran motor bakteri. Semakin tingginya ketertarikan dunia dengan teknologi nano, kini menunjukkan bahwa makhluk-makhluk hidup telah didesain dengan sangat hebat – lebih dari apa yang Darwin dapat bayangkan” (In the Beginning: Compelling Evidence for Creation and the Flood, hal. 19).

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *