Gereja Anglikan Menawarkan Kebaktian Khusus untuk Orang-Orang Transgender

(Berita Mingguan GITS 15 Juli 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Sinode Umum Gereja Anglikan telah melakukan voting dan menyetujui “penawaran kebaktian khusus untuk menyambut orang-orang transgender ke dalam imam Anglikan” (“Anglican Church set to offer,” The Guardian, 9 Juli 2017). Usulan ini berhasil disetujui dengan angka voting 284 banding 78. Chris Newlands, asal Blackburn, Lanchashire, yaitu orang yang mengangkat usulan ini, mengatakan: “Saya harap kita bisa membuat suatu pernyataan yang kuat yang mengatakan bahwa kita percaya orang-orang trans dihargai dan dikasihi oleh Allah, yang menciptakan mereka, dan yang hadir dalam semua lika-liku dan tikungan dalam kehidupan mereka.” Allah yang menciptakan manusia menciptakan mereka laki-laki dan perempuan, jadi seseorang yang transgender (Editor: mengganti jenis kelamin) sedang memberontak melawan aturan yang Allah ciptakan. Jenis kelamin bukanlah suatu kecelakaan dalam alam. Mazmur 139 mengatakan bahwa Allah menciptakan individu dalam rahim ibunya sesuai dengan rencanaNya. Gereja Anglikan sejak dulu memang bukanlah gereja yang alkitabiah, dan dalam waktu-waktu belakangan ini semakin sesat secara doktrinal dan juga bobrok secara moral. Bahkan di tahun 1953 saja, Uskup Agung Canterbury, William Temple, dalam bukunya Nature and God, mengatakan, “…tidak ada yang namanya kebenaran yang disingkapkan” (Untuk informasi lebih banyak tentang hal ini, lihat laporsan “Lima Puluh Tahun Liberalisme Anglikan” di website Way of Life).

This entry was posted in Gereja, LGBT. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *