Bunga yang Memahami Siapa yang Membuahinya

(Berita Mingguan GITS 26 Agustus 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 1 Agus. 2017: “Apa warna bunga scarlet gilia? Nah, itu tergantung di mana dan kapan bunga itu mekar. Walaupun namanya scarlet gilia [Editor: Scarlet artinya kirmizi], bunga ini bisa saja berwarna merah, merah muda, dan bahkan putih. Di dekat permukaan laut, bunga ini akan tetap merah sepanjang tahun. Hal ini karena bunga tersebut dibuahi [dipolinasi] sepanjang musim panas oleh burung kolibri [hummingbird], yang tertarik kepada bunga-bunga merah. Di tanah yang lebih tinggi, burung kolibri pindah ketika musim panas memasuki Agustus. Ketika mereka pindah, tumbuhan ini mengubah bunga merahnya menjadi merah muda, dan belakangan menjadi putih. Tumbuhan di tanah tinggi berubah menjadi bunga putih karena mereka memiliki organisme baru untuk melakukan polinasi. Sambil populasi burung kolibri berkurang, ngengat hawk mengambil alih. Selama transisi, bunga akan mekar dengan warna merah muda, mengundang kedua polinator tersebut. Begitu burung kolibri sudah pindah semuanya, ngengat hawk mengambil alih. Ngengat hawk melakukan polinasi pada malam hari, jadi mereka lebih suka bunga putih, yang lebih mudah terlihat di kegelapan. Para ilmuwan tercengang oleh fakta bahwa perubahan warna terjadi persis ketika ada pergantian polinasi dari burung kolibri ke ngengat. Sebagaimana dinyatakan oleh seorang ilmuwan yang terkejut, tumbuhan ini tidak dapat dianggap pasif dalam lingkungan mereka. Siapa yang mengajari scarlet gilia mengenai kapan dan bagaimana mereka harus mengubah warna bunga mereka? Siapa yang mengajarinya bahwa burung kolibri tertarik kepada bunga merah? Atau bahwa ngengat hawk akan tertarik pada bunga putih? Scarlet gilia bisa jadi memang pintar, tetapi hanya Pencipta kita yang maha-bijak yang dapat memberikan pengetahuan dan kemampuan ini kepada tumbuhan tersebut.” Catatan: D.D. Bennett, “Scarlet Gilia: Flowering Chameleon,” Science News, Feb. 1985, hal. 69.

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *