Gembala Sidang Membela Penggunaan Lagu Rap Penuh Sumpah Serapah

(Berita Mingguan GITS 19 Agustus 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang gembala sidang di Los Angeles, California, sama sekali tidak menyesal karena telah menunjukkan sebuah lagu rap yang penuh kata-kata kotor oleh Jay-Z di gerejanya. Marcus Murchinson, gembala dari Tree of Life Missionary Baptist Church, mengatakan bahwa bukan saja dia mendukung penggunaan kata-kata sumpah dan kotor dalam musik rap, dia bahkan bersumpah serapah juga ketika dia berdoa pada Tuhan. Dia berkata, “Saya telah belajar bahwa Allah sanggup menghadapi hal seperti itu” (“Pastor Defends Use of Explicit Jay-Z Song,” Christian Post, 8 Agus. 2017). Ini adalah pemikiran yang sangat kedagingan, dan hampir dapat dikatakan menghujat. Allah dapat “menghadapi” apapun, teatpi bukan itu permasalahannya. Allah telah secara spesifik memerintahkan umatNya untuk menggunakan kata-kata yang baik. “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan” (Ef. 4:29-31). Perhatikan bahwa perkataan yang kotor mendukakan Roh Kudus. Petrus bersumpah serapah ketika dia menyangkal Tuhan, tetapi itu adalah dosa dan dia bertobat dari dosa itu (Mat. 26:74-75). Semakin diterimanya bersumpah serapah di antara orang-orang yang mengaku Kristen, dalam percakapan sehari-hari, dalam musik, dalam film-film, adalah tanda kesesatan, bukan tanda kemerdekaan yang sejati.

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *