Jangan Memandang Hina Hari Peristiwa-Peristiwa yang Kecil

(Berita Mingguan GITS 19 Agustus 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Sebab siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil, mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel. Yang tujuh ini adalah mata TUHAN, yang menjelajah seluruh bumi” (Zak. 4:10). Salah satu tujuan dari nubuat-nubuat yang disampaikan oleh Zakharia adalah untuk menyemangati orang-orang sisa (remnant), yang telah kembali dari Babel. Bait Suci yang mereka sedang bangun pada waktu itu, kalah jauh dibandingkan dengan yang dibangun oleh Salomo, dan pelayanan beberapa imam yang mereka kumpulkan tidak dapat dibandingkan dengan ratusan imam yang terlatih baik yang melayani di zaman Salomo dan Hizkia. Tetapi, orang-orang sisa ini dihimbau untuk tidak memandang hina hari peristiwa-peristiwa kecil, atau menjadi lemah pada hari kesukaran. Mereka seharusnya memandang ke depan kepada kemuliaan kerajaan Kristus yang “lebih besar dari Zerubabel” akan memerintah (Zak. 4:10).

Ini adalah pesan yang penting kepada orang-orang kudus Perjanjian Baru. Pekerjaan Amanat Agung terlihat kecil dan hina dibandingkan dengan hal-hal besar dunia zaman sekarang ini; kemajuannya pelan dan kesukaran-kesukarannya banyak. Kebanyakan gereja-gereja alkitabiah perjanjian baru adalah kecil dan tidak terpandang. Kebanyakan orang percaya Perjanjian Baru adalah “apa yang lemah bagi dunia” (1 Kor. 1:27). Di kebanyakan tempat dan waktu, respons terhadap Injil tidaklah besar. Tetapi sebenarnya, pekerjaan gereja-gereja Kristus adalah urusan terpenting di dunia ini, and orang-orang kudus yang rendah di dunia sekarang ini akan memerintah dan berkuasa bersama dengan Kristus dalam kerajaanNya yang mulia dan kekal. Orang-orang percaya Perjanjian Baru telah secara rohani dipindahkan ke dalam kerajaan Kristus (Kol. 1:13), dan jemaat yang terdiri dari orang-orang percaya tersebut adalah pos terdeepan kerajaan Kristus di dunia sekarang ini. Melalui pemberitaan Injil dan pemuridan, jemaat-jemaat sedang mengumpulkan dan mempersiapkan suatu “umat bagi namaNya” dari antara bangsa-bangsa untuk menunjukkan kekayaan kasih karuniaNya yang melimpah-limpah di masa yang akan datang (Ef. 2:7). Jadi, dilihat dari perspektif Allah, yaitu satu-satunya perspektif yang benar, jabatan gembala sidang adalah jauh lebih penting daripada presiden atau perdana menteri, dan pekerjaan setia dari orang kudus yang paling hina adalah lebih penting dari pekerjaan para kapten industri atau raja-raja teknologi. Seperti sisa-sisa Yahudi yang membangun Bait Suci pada zaman Zakharia, orang-orang kudus dalam jemaat-jemaat PB tidak boleh memandang hina hari peristiwa-peristiwa kecil. “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Rom. 1:20).

This entry was posted in Gereja, Renungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *