Bayi yang Belum Lahir Dapat Melindungi Diri

(Berita Mingguan GITS 2 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 7 Agustus 2017: “Ketika seseorang menerima organ yang disumbangkan, mereka harus sekaligus mengkonsumsi obat yang kuat agar tubuhnya tidak menolak organ donor tersebut. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh mengidentifikasi organ yang diimplantasi sebagai ‘bukan saya.’ Sistem imun lalu berasumsi bahwa penerobos ini berbahaya dan harus dihancurkan. Yang menjadi misteri yang membingungkan dan yang diselidiki oleh para ilmuwan adalah: Mengapakah tubuh seorang ibu tidak menganggap bayi dalam rahimnya, yang belum lahir, sebagai benda asing bagi tubuhnya? Bagaimanapun juga, bayi itu membawa informasi genetika dari pihak ibu dan pihak ayah, sehingga secara genetika bayi yang belum lahir adalah individu yang unik. Sebagian ilmuwan berteori bahwa plasenta (ari-ari) adalah pembatas fisik antara bayi dan sistem imun sang ibu. Sebagian lagi percaya bahwa bayi yang belum lahir itu dengan suatu cara dapat bersembunyi dari sistem imun ibunya. Teori ketiga adalah bahwa sistem imun sang ibu dengan suatu cara dipaksa untuk menolerir anak dalam kandungan tersebut. Riset terbaru dari para ilmuwan di Medical College of Georgia di Augusta, Georgia, mendukung pandangan ketiga ini. Para peneliti telah memperlihatkan bahwa plasenta (ari-ari) menghasilkan suatu enzim (IDO) yang bekerja untuk menekan sel-sel imun. Efeknya, anak yang belum lahir membuat enzim yang tepat dan pas sehingga sistem imun sang ibu tidak menyerangnya. Para ilmuwan mengatakan bahwa penemuan ini bisa saja memimpin kepada pengobatan baru untuk penanganan penyakit auto-imun dan juga penolakan organ. Sistem ini atau suatu sistem yang serupa sudah harus berfungsi penuh pada makhluk yang pertama agar bisa ada kehamilan dan kelahiran yang sukses. Sistem ini tidak bisa berevolusi secara perlahan. Fakta demikian, dan hikmat dari sistem ini memberikan semakin banyak bukti tentang Pencipta yang maha-bijak, mahakuasa, yang menciptakan semua bentuk kehidupan yang eksis. Catatan: ‘Don’t reject me, fetus tells Mom,’ Science News, v. 154, hal. 152, 5 September 1998.”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *