Cumi Tanpa Bayangan

(Berita Mingguan GITS 16 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 12 September 2017: “Banyak makhluk laut memantulkan cahaya sekeliling mereka. Mereka dapat melakukan ini karena ada platelet-platelet kecil yang memantulkan cahaya. Biasanya, kristal-kristal platelet ini terbuat dari purin, salah satu bahan dasar DNA, tetapi kristal-kristal ini tidak dapat mengubah berapa banyak cahaya yang mereka pantulkan. Cumi-cumi Hawaiian bobtail, di lain pihak, memerlukan kemampuan untuk memantulkan jumlah cahaya yang berbeda-beda karena gaya hidupnya yang unik. Cumi-cumi ini bergerak di air di bawah terang bulan, tetapi jika ia tidak memiliki jaringan yang spesial untuk memantulkan cahaya, bayangannya akan terlihat ketika ia melewati dasar laut. Cumi bobtail memiliki jaringan yang menghasilkan cahaya di bagian perutnya yang menghadap ke dasar laut, dan jaringan ini menghasilkan cukup cahaya untuk membuat bayangannya hilang. Dengan kata lain, ia dapat mengatur jumlah cahaya yang dihasilkan. Lebih lagi, cumi ini dapat memindahkan platelet-nya yang menghasilkan cahaya, sehingga mereka bisa tersebar di antara sel-sel, atau terkonsentrasi di tempat yang dibutuhkan. Bukan hanya terbuat dari satu asam amino, platelet cumi-cumi ini terbuat dari enam asam amino. Allah adalah sumber terang, termasuk terang rohani. Menurut evolusi, cumi-cumi berhubungan karib dengan binatang-binatang pertama yang berevolusi di lautan. Namun, teknik kamuflasenya yang sangat canggih, yang secara sempurna cocok dengan lingkungan dan gaya hidupnya, adalah kesaksian tentang desain Tuhan yang maha bijak, bukan tahapan awal dari evolusi buta. Terang rohani kebenaran Allah membuat hal ini jelas.”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *