Efek Penggunaan Smartphone pada I-Gen

(Berita Mingguan GITS 16 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dr. Jean Twenge, Profesor Psikologi di San Diego State University, telah meriset dan menulis secara ekstensif tentang generasi selfie. Dia adalah penulis dari buku Generation Me dan juga Living in the Age of Entitlement, dan bukunya yang terbaru, IGen, mempelajari mengapa anak-anak yang “super-terkoneksi” hari ini justru “semakin tidak bahagia dan sama sekali tidak siap untuk menjadi dewasa.” iGen adalah nama generasi pertama anak-anak yang menghabiskan keseluruhan masa remaja mereka dengan sebuah smart-phone. Ini adalah generasi yang lahir pada tahun 1995 ke bawah. Twenge berkata, “Hal ini membawa efek riak pada perilaku, sikap, dan kesehatan mental mereka. Para remaja menghabiskan semakin sedikit waktu untuk bertemu langsung dengan teman-teman mereka. … trend ini telah terjadi sekian lama, tetapi mulai menanjak terjal sekitar tahun 2010-11, persis ketika smart-phone menjadi sangat umum. … Remaja-remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di telpon mereka lebih mungkin untuk menjadi tidak bahagia, kesepian, dan memiliki faktor resiko lebih tinggi untuk bunuh diri” (“Smart phone era: Is it damaging teenagers?” BBC, 3 Sept. 2017). Twenge merekomendasikan agar pemakaian handphone dibatasi bagi orang-orang muda, menjadi satu jam atau kurang dalam sehari. Jika dunia sekuler dapat melihat bahaya besar pada smart-phone terhadap orang-orang muda, betapa lebihnya lagi semestinya umat Allah memahami hal-hal ini dan melindungi para remaja?

This entry was posted in Teknologi. Bookmark the permalink.

One Response to Efek Penggunaan Smartphone pada I-Gen

  1. yanti says:

    thanks,God Bless Us all. amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *