Majalah yang Tidak Berani Bersuara Adalah Literatur yang Menjengkelkan

(Berita Mingguan GITS 23 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini adalah kata-kata Charles Spurgeon dari majalah yang dia terbitkan, The Sword & Trowel [Editor: Pedang dan Sekop, mengacu kepada para pekerja Nehemia yang memegang alat tukang di satu tangan, dan pedang di tangan lain], 1870: “Majalah ini tidak pernah dibuat dengan semangat yang malu-malu dan takut, dan juga kami tidak pernah menyesuaikan diri kepada cita rasa populer. Beberapa artikel kami telah mendatangkan atas kami sendiri cercaan yang telah kami hadapi tanpa penyesalan. Ulasan-ulasan kami, ketika kami oleh dorongan hati nurani merasa harus memberikan teguran, telah mengakibatkan banyak surat yang datang memarahi kami. Namun, kami tidak menyesal; kami tidak merasa perlu menarik kembali apapun, dan tidak ragu bahwa kami akan melakukan hal yang sama lagi; kami tidak akan secara tanpa alasan mengganggu orang lain, tetapi kami juga tidak akan diam di hadapan kesalahan, dan juga tidak akan melantunkan pujian kosong pada saat kejujuran menuntut peneguran. Suatu majalah yang tidak berani bersuara, dan tidak memiliki prinsip, adalah literatur yang menjengkelkan. Kami memakai sekop [trowel] di mana kami dapat untuk membantu setiap upaya yang baik, tetapi kami juga memiliki pedang [sword] dan bermaksud untuk memakainya. Kami mengantisipasi akan mengalami hantaman, dan oleh karena itu ketika benar terjadi kami tidak terlingkupi oleh keputusasaan. Kebenaran Kristus terlalu berharga bagi kami sehingga kami tidak mungkin tidak membelanya. Di beberapa area dan tempat, dengan sedih terlihat jelas penyeberangan besar-besaran ke pihak musuh, dan kita melihat bukan saja tanda-tanda pergumulan yang akan datang, tetapi juga panggilan kepada tugas, yang keras dan sukar, yang darinya para pengecut akan mencoba untuk melarikan diri. Iman yang sejak dahulu kala, diserang oleh musuh dari segala penjuru, tidak boleh kekurangan pembela.” EDITOR: Majalah Pedang Roh yang diterbitkan oleh GBIA Graphe, mewarisi semangat Spurgeon ini, untuk membela dan memperjuangkan iman yang benar, yang telah sekali diberikan kepada orang-orang kudus (Yudas 1:3).

This entry was posted in General (Umum). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *