Para Imam dan Cendekiawan Katolik Menuduh Paus Melakukan Kesesatan

(Berita Mingguan GITS 7 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Untuk pertama kalinya dalam 684 tahun, seorang paus dituduh melakukan kesesatan [oleh umat Katolik sendiri]. Pada tanggal 11 Agustus, Paus Fransiskus disuguhkan dengan dokumen berjudul “A Filial Correction Concerning the Propagation of Heresies” (Koreksi Penuh Kasih Tentang Perluasan Kesesatan), yang ditandatangani pada tanggal 15 Juli oleh 62 “cendekiawan imam dan umat.” Dokumen ini menuduh bahwa sang paus memegang kepada tujuh posisi sesat berkaitan dengan “pernikahan, kehidupan moral, dan penerimaan sakramen” (“Clergy and Lay Scholars Issue Filial Correction,” National Catholic Register, 23 Sept. 3017).

Kesesatan-kesesatan yang dimaksud meliputi hal-hal seperti mengizinkan sebagian orang Katolik yang bercerai lalu menikah kembali untuk menerima ekaristi, seruan untuk menerima gaya hidup non-tradisional (homoseksualitas). Dokumen ini mempersalahkan pengaruh “modernisme.” Dokumen juga menyatakan keprihatinan bahwa sang paus telah mengekspresikan “pujian yang eksplisit dan belum pernah terjadi sebelumnya” terhadap Martin Luther. Ini adalah “koreksi penuh kasih” pertama yang dilancarkan sejak Paus Yohanes XXII dituduh demikian juga pada tahun 1333, karena mengatakan bahwa orang-orang yang “mati dalam kasih karunia” tidak melihat Allah berhadapan muka hingga Penghakiman Akhir. Kami tentunya setuju bahwa sang paus memang sesat, dan sudah waktunya dia diberitahu kesesatannya. Kami akan menambahkan dan menggarisbawahi kesesatan-kesesatan seperti injil sakramental, doktrin baptisan menyelamatkan, baptisan bayi, supremasi paus, berdoa kepada dan bagi “santo-santa,” pengampunan dosa oleh imam, purgatori, penyembahan Maria, dan banyak lainnya.

This entry was posted in Katolik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *