Paus Menolak Hukuman Mati

(Berita Mingguan GITS 28 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berbicara kepada audiens yang berkumpul untuk memperingati 25 tahun munculnya New Catholic Catechism, pada tanggal 11 Oktober 2017, Paus Fransiskus mencela hukuman mati sebagai “tindakan yang tidak manusiawi” dan “bertentangan dengan Injil” (“On the death penalty,” Boston Globe, 18 Okt. 2017). Dia mengatakan bahwa “doktrin gereja” telah salah mengenai hal ini selama “2000 tahun.” Pada tahun 2016, sang paus menyerukan “suatu dunia yang bebas dari hukuman mati” (“Pope Francis calls for,” Crux, 21 Jun. 2016). Bukannya meninggalkan sistem kepausan itu sendiri dan ribuan kesesatan Roma Katolik lainnya yang tercantum dalam New Catholic Catechism, paus yang kebingungan ini memilih untuk mencela sesuatu yang jelas didukung oleh Kitab Suci. Gereja Katolik telah sejak dulu menyalahgunakan hukuman mati, dengan cara membunuh orang-orang Kristen yang alkitabiah, orang Yahudi, dan kelompok-kelompok lainnya, di bawah gerakan Inkuisisi. Tetapi, penyalahgunaan sesuatu yang baik tidaklah menghancurkan semua nilainya sama sekali. Hukuman mati bagi tindakan kejahatan besar adalah tindakan keadilan sekaligus peringatan bagi yang lain. “Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri” (Kej. 9:6). “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat” (Rom. 13:4).

This entry was posted in Katolik. Bookmark the permalink.

One Response to Paus Menolak Hukuman Mati

  1. Lukas says:

    Bagaimana dengan kasus fabianus tibo (rusuh poso) yang dulu itu? (waktu lagi ngetren sering digunakan untuk menuntut penghapusan hukuman mati, selain itu warga asing yang kena narkoba juga sering dijadikan alat propaganda anti hukuman mati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *