Sarang Lebah Kuno Ditemukan di Israel

(Berita Mingguan GITS 28 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dua puluh kali Alkitab menggambarkan tanah Israel di masa kuno sebagai tanah yang berlimpah-limpah “susu dan madu” (Kel. 3:8, dll.). Banyak sejarahwan dan arkeologis modern telah mengklaim bahwa madu yang dimaksud ini adalah hasil dari buah korma atau buah ara, bukan madu yang dari sarang lebah. Tetapi, pada bulan September, arkeolog-arkeolog yang dipimpin oleh profesor Hebrew University, Amihai Mazar, menemukan suatu industri madu lebah berusia 2.900 tahun di Lembah Yordan di Israel utara. Sarang-sarang lebah yang terpelihara baik, dan diperkirakan yang paling tua yang eksis hari ini, masing-masingnya berukuran 2,5 kaki panjangnya dan satu kaki diameternya. Sarang-sarang ini ditumpuk tiga dalam barisan-barisan yang teratur. Seratus delapan puluh sarang telah ditelmukan, dan 30 sarang saja sudah cukup untuk menghasilkan hingga setengah ton madu per tahun (“Oldest Bee Hives Discovered in Israel,” Patterns of Evidence, 12 Okt. 2017). Mazar mengatakan, “Dapat terlihat bahwa ini adalah industri yang terorganisir, bagian dari suatu ekonomi yang terorganisir, dalam sebuah kota yang sangat terorganisir” (“Archaeologists Find 3,000-year-old Beehives,” Haaretz, 4 Sep. 2017). Sarang-sarang yang ditemukan tersebut sedemikian terpelihara sehingga masih ada lilin lebah dan sisa-sisa lebah yang dapat dianalisa, termasuk lebah pekerja, lebah drone, pupa, dan juga larva. Industri ini sangat rumit. Setiap sarang lebah harus ada penutup yang dapat dibuka pada satu ujung untuk pengeluaran madu, dan juga satu lobang kecil di ujung yang lainnya agar lebah dapat keluar dan masuk. Penanggalan Karbon pada gandum yang ditemukan dekat sarang-sarang itu, memberikan kesan bahwa sarang-sarang tersebut berasal dari zaman masa kerajaan Israel terbagi, dan lokasi penemuannya adalah Tel Rehov (dalam Alkitab Rehob, sekitar tiga mil selatan dari Bet Sean dan dua mil barat dari Yordan), tempat nabi Elisa diperkirakan tinggal (“World’s Oldest Beehives,” BreakingIsraelNews.com, Sep. 26, 2017). Sebuah mezbah bagi dewi kesuburan ditemukan di samping sarang-sarang tersebut, memberikan cuplikan gambar tentang penyembahan berhala kerajaan Israel utara sebagaimana dicatat dalam Kitab Suci. Penemuan ini memberikan latar belakang arkeologis untuk Yehezkiel 27:17, yang mengatakan bahwa orang Israel menjual madu kepada orang-orang Fenisia. Keakuratan sejarah yang tercatat dalam Alkitab telah diverifikasi oleh bukti-bukti eksternal tak terhitung seringnya. Tidak ada kitab kuno lainnya yang dapat bertanding dengan Alkitab dalam hal akurasi, bahkan dari sudut pandang sekuler yang jujur sekali pun.

This entry was posted in Arkeologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *