Uskup Agung Canterbury Tidak Mau Mengatakan “Seks Gay Adalah Dosa”

(Berita Mingguan GITS 14 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Justin Welby, Uskup Agung Canterbury, menolak untuk menyebut seks homoseksual sebagai suatu dosa. Uskup Agung Canterbury adalah kepala dari Gereja Anglikan. [Editor: Pada abad 16, setelah Martin Luther menggulirkan gerakan Reformasi, berbagai pihak juga melepaskan diri dari cengkeraman Katolik. Salah satunya adalah raja Inggris, Henry VIII, yang mendeklarasikan Inggris tidak lagi dibawah Roma (walaupun motivasinya dapat dipertanyakan, karena dia juga ingin menceraikan istrinya dan menikahi wanita lain). Itulah sejarah munculnya Gereja Inggris yang disebut juga Gereja Anglican. Sayangnya, mereka tetap memakai sistem hirarki yang secara esensi sama dengan Katolik. Jika di Katolik kepalanya adalah Paus, maka di Anglican, kepalanya adalah Uskup Agung Canterbury]. Majalah GQ bertanya kepada Welby, “Apakah seks gay itu dosa?” Dia menjawab, “Kamu tahu persis, bahwa ini adalah pertanyaan yang saya tidak bisa jawab dengan tegas.” Ketika ditanya lebih lanjut, “Mengapa tidak bisa?” Welby menjawab, “Karena saya tidak memberikan penghakiman secara luas demikian dan karena saya tidak memiliki jawaban yang baik untuk pertanyaan itu” (“Archbishop Justin Welby,” GQ, Oktober 2017). Kami menyarankan agar sang uskup agung berkonsultasi dengan Alkitab mengenai masalah ini. Rasul Paulus tidak memiliki keraguan untuk mengatakan bahwa homoseksualitas adalah dosa. Dalam Roma 1:26-28, dia menyebutnya “hawa nafsu yang memalukan,” “tak wajar,” “kemesuman,” dan “terkutuk.”

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *