Kekristenan Kontemporer Sangat Mencintai Dunia

(Berita Mingguan GITS 25 November 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Kami menerima informasi dan video klip yang tepat waktu minggu ini dari Jeff Royal yang secara dramatis mengilustrasikan keduniawian dari banyak gereja-gereja kontemporer. Video klip pertama yang dikirim oleh Jeff adalah tentang “penghibur [entertainer] Kristen,” Tim Hawkins, sedang menyanyikan lagu “On Eagles’ Wings” dalam sebuah konser di akhir tahun lalu. Hawkins mengatakan bahwa dia terbiasa menyanyikan lagu ini di retreat-retreat gereja untuk anak muda. Lagu ini adalah kombinasi dari “Amazing Grace” oleh John Newton dan lagu “Peaceful Easy Feeling” yang dipopulerkan oleh rock band sekuler, Eagles. Hawkins menyanyikannya sebagai penghormatan bagi almarhum Glenn Frey, pendiri dan penyanyi utama dari grup band Eagles tersebut. Ini adalah penggabungan yang tidak benar dan jahat antara Kristus dengan dunia. Lagu “Peaceful Easy Feeling” adalah tentang romansa dan percabulan. Liriknya dimulai demikian, “saya suka cara antingmu berkilap di atas kulitmu yang bergitu coklat; saya mau tidur denganmu di padang gurun malam ini, dengan milyaran bintang di sekeliling.” Penyanyi itu bukan sedang berbicara tentang pernikahan kudus, sobat! John Newton mewakili kekristenan “kuno” yang mementingkan lahir baru yang secar dramatis akan mengubah hidup seseorang dan memalingkan seseorang dari mengasihi dunia kepada mengasihi Kristus yang kudus. Tetapi Tim Hawkins mewakili kekristenan “baru” yang digambarkan dalam 2 Timotius 4:3-4, suatu kekristenan yang hidup menurut hawa nafsumu sendiri.

Video klip kedua yang dikirim oleh Jeff adalah mengenai sebuah gereja yang memakai “On Eagles’ Wings” dalam acara kebaktian. Tidak ada aspek yang benar dan kudus dari grup band Eagles; pengaruh mereka pada masyarakat adalah jahat. Beberapa lagu hit mereka adalah “Witchy Woman,” “Chug All Night,” “Take the Devil,” “Tequila Sunrise,” “Good Day in Hell,” “Journey of the Sorcerer.” Setelah band Eagles pecah pada tahun 1980, Frey mengejar karir solo dengan beberapa hits seperti “Sexy Girl,” dan “The Heat Is On.” Allah secara tegas memerintahkan umatNya untuk tidak mengasihi dunia (1 Yoh. 2:15-17), untuk tidak menjadi serupa dengan dunia (Roma 12:1-2), untuk tidak menjadi sahabat dunia (Yak. 4:4), dan untuk tidak bersekutu dengan kegelapan dunia (Ef. 5:11). Tetapi gereja-gereja kontemporer dengan cuek dan beraninya mengabaikan peringatan-peringatan ini. Bahkan, kasih akan dunia adalah salah satu ciri khas utama mereka. Mereka mencintai musik dunia, sikap dunia, fashion dunia, entertainment dunia, dan filosofi “jangan menghakimi” dunia. Mereka bernyanyi tentang “kasih karunia,” tetapi yang dimaksud bukanlah kasih karunia yang alkitabiah. Ini adalah paham bebas Anti-nomian. Kasih karunia Allah yang sejati didefinisikan dalam Titus 2:11-14. Kasih karunia Allah yang sejati tidak menyelamatkan orang berdosa supaya dia dapat mengasihi dunia; ia menyelamatkan orang berdosa supaya dia “meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi .” Musik Kristen Kontemporer adalah jembatan besar menuju “gereja kontemporer,” dan gembala-gembala yang tidak mengedukasi umatnya dengan benar mengenai topik ini dan melawan hal ini secara efektif, sebenarnya ikut ambil bagian dalam membangun jembatan ini.

This entry was posted in Emerging Church. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *