Para Uskup Agung Gereja Inggris yang Sesat

(Berita Mingguan GITS 4 November 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Gereja Inggris [disebut juga Gereja Anglikan] tidak pernah sehat dalam hal pengajaran Firman Tuhan, tetapi dalam tahun-tahun belakangan ini, ia semakin menjauh dari Firman Allah. Perhatikan beberapa pernyataan dari 65 tahun belakangan ini, yang dibuat oleh para Uskup Agung Canterbury, yaitu posisi tertinggi dalam gereja Anglikan (Editor: dalam sistem gereja Inggris, yang meniru sistem Katolik, Raja Inggris adalah kepala gereja, tetapi Uskup Agung Canterbury adalah kepala rohaninya). Pada tahun 1953, William Temple, dalam bukunya Nature and God, mengatakan, “… tidak ada yang namanya kebenaran disingkapkan.” Pada tahun 1961, Michael Ramsey mengatakan, “… sorga bukanlah tempat untuk hanya orang Kristen. … Saya yakin akan melihat banyak orang yang hari ini atheis nanti di sana” (London Daily Mail, 2 Okt. 1961). Pada tahun 1982, Robert Runcie mengatakan bahwa dia agnostik [tidak tahu] tentang mengapa Yesus menderita di atas kayu salib (Sunday Times Weekly Review, London, 11 April 1982). Saya membaca wawancara itu sambil makan sarapan di London waktu itu, dan hampir menumpahkan kopi saya. Pada tahun 1996, George Carey menyerang para fundamentalias yang menurut dia menempatkan Alkitab “di atas dan terlepas dari penyelidikan manusia” (Christian News, 9 Des. 1996). Pada tahun 2008, Rowan Williams memimpin Gereja Inggris untuk membuat pernyataan berikut: “Charles Darwin, 200 tahun sejak kelahiranmu, Gereja Inggris berhutang pernyataan maaf karena telah salah memahamimu, dan membuat reaksi pertama yang salah, sehingga mendorong orang-orang lain untuk masih salah memahamimu hingga sekarang” (“Church Makes ‘Ludicrous’ Apology,” The Daily Mail, 13 Sep. 2008). Dalam sebuah wawancara tahun 2014, Williams mengatakan bahwa dia mempraktekkan suatu meditasi kombinasi Buddha/Katolik/Ortodoks (“Rowan Williams: How Buddhism Helps Me Pray,” The Telegraph, London, 2 Juli 2014). Bulan lalu, Justin Welby memberitahu seorang wartawan dari majalah GQ bahwa dia tidak bisa menjawab pertanyaan apakah homoseksualitas itu dosa atau tidak.

This entry was posted in Gereja, Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *